Kualitas aset perseroan tercatat membaik secara signifikan. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) turun dari posisi 2,2 persen menjadi 1,9 persen pada semester I 2026. Begitu pula dengan rasio kredit berisiko (Loan at Risk/LAR) yang melandai ke level 4,9 persen dari sebelumnya 5,7 persen.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA terhimpun sebesar Rp1.284 triliun atau naik 7,9 persen YoY per Juni 2026. Porsi dana murah (CASA) melonjak menjadi 85,2 persen dari posisi tahun lalu sebesar 83,4 persen, seiring peningkatan volume CASA sebesar 10,2 persen YoY menjadi Rp1.082 triliun.
Melalui kombinasi kredit dan pendanaan yang efisien, BCA bersama entitas anak berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp29,5 triliun pada semester I-2026.
Pada pilar keberlanjutan (ESG), portofolio kredit hijau (green financing) BCA tumbuh 19 persen YoY menembus Rp123 triliun. Capaian ini disokong oleh pembiayaan ke sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) yang melonjak 82 persen YoY menjadi Rp7,7 triliun, serta pembiayaan kendaraan listrik (electric vehicle) yang tumbuh 25 persen YoY mencapai Rp4 triliun.
(NIA DEVIYANA)