IDXChannel - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) optimistis mampu menjaga akselerasi penyaluran kredit secara prudent dan berkelanjutan sepanjang 2026. Keyakinan tersebut didasari oleh struktur likuiditas perusahaan yang kokoh serta prospek pemulihan ekonomi nasional yang positif.
Direktur BCA, Vera Eve Lim mengatakan, komitmen perseroan untuk terus memperluas ekspansi pembiayaan ke seluruh lini bisnis dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin manajemen risiko.
"Ditopang likuiditas yang solid serta mempertimbangkan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif, kami optimistis menjaga pertumbuhan kredit berkualitas secara berkelanjutan. Kami senantiasa berkomitmen untuk menjajaki penyaluran kredit ke berbagai segmen dan sektor, sekaligus mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dengan penerapan manajemen risiko yang disiplin," ujar Vera dalam Public Expose BCA, Rabu (9/9/2026).
Hingga semester I-2026, total penyaluran kredit BCA naik 8 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp1.036 triliun. Capaian ini terutama ditopang segmen pembiayaan produktif yang mencapai Rp802 triliun atau tumbuh 11 persen YoY.
Penyaluran kredit produktif mencakup segmen korporasi sebesar Rp513,4 triliun (naik 13,6 persen YoY) serta kombinasi kredit komersial dan UKM sebesar Rp288,5 triliun (naik 6,6 persen YoY).
Kualitas aset perseroan tercatat membaik secara signifikan. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) turun dari posisi 2,2 persen menjadi 1,9 persen pada semester I 2026. Begitu pula dengan rasio kredit berisiko (Loan at Risk/LAR) yang melandai ke level 4,9 persen dari sebelumnya 5,7 persen.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA terhimpun sebesar Rp1.284 triliun atau naik 7,9 persen YoY per Juni 2026. Porsi dana murah (CASA) melonjak menjadi 85,2 persen dari posisi tahun lalu sebesar 83,4 persen, seiring peningkatan volume CASA sebesar 10,2 persen YoY menjadi Rp1.082 triliun.
Melalui kombinasi kredit dan pendanaan yang efisien, BCA bersama entitas anak berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp29,5 triliun pada semester I-2026.
Pada pilar keberlanjutan (ESG), portofolio kredit hijau (green financing) BCA tumbuh 19 persen YoY menembus Rp123 triliun. Capaian ini disokong oleh pembiayaan ke sektor Energi Baru Terbarukan (EBT) yang melonjak 82 persen YoY menjadi Rp7,7 triliun, serta pembiayaan kendaraan listrik (electric vehicle) yang tumbuh 25 persen YoY mencapai Rp4 triliun.
(NIA DEVIYANA)