Perseroan juga menggandeng perusahaan multifinance untuk memperluas pembiayaan kendaraan bermotor sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis beyond mortgage sekaligus meningkatkan cross selling kepada nasabah eksisting.
Sejalan dengan ekspansi pembiayaan, total aset konsolidasi BTN meningkat dari Rp484,96 triliun menjadi Rp545,16 triliun per semester I-2026 atau tumbuh 12,4 persen yoy. Pertumbuhan tersebut mencerminkan semakin kuatnya kapasitas Perseroan dalam mendukung pembiayaan sektor perumahan nasional sekaligus memperluas bisnis pada ekosistem terkait.
Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dihimpun BTN juga mencapai Rp433,00 triliun per semester I-2026 atau tumbuh 6,6 persen yoy dari Rp406,38 triliun di periode yang sama tahun lalu. Nixon menjelaskan BTN juga terus memperkuat struktur dana murah sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
"BTN telah menggelar berbagai inisiatif seperti akuisisi dana ritel, peningkatan transaksi digital, penguatan payroll, hingga perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah dan institusi. Berbagai inisiatif tersebut berhasil menjaga cost of fund berada di kisaran 3,01 persen sepanjang semester I-2026," ujar dia.
Perseroan mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp2,40 triliun atau tumbuh 40,8 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per semester I-2026 dari Rp1,70 triliun di periode yang sama tahun lalu. Sementara non-performing loan (NPL) turun dari 3,3 persen pada semester I-2025 menjadi 2,99 persen di semester I-2026.