AALI
9875
ABBA
324
ABDA
6600
ABMM
1435
ACES
1270
ACST
192
ACST-R
0
ADES
3410
ADHI
835
ADMF
7625
ADMG
182
ADRO
2270
AGAR
348
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
157
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1115
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1300
ALKA
304
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.87
-1.14%
-5.85
IHSG
6655.17
-1.06%
-71.21
LQ45
949.49
-1.07%
-10.27
HSI
24656.46
-1.24%
-309.09
N225
27588.37
0.24%
+66.11
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
847,156 / gram

Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh, OJK Sebut Stabilitas Sistem Keuangan Sumut Terjaga Baik

BANKING
Wahyudi Aulia Siregar
Kamis, 16 Desember 2021 08:10 WIB
Stabilitas sistem keuangan di Sumatera Utara secara umum hingga Oktober 2021 terjaga cukup baik.
Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh, OJK Sebut Stabilitas Sistem Keuangan Sumut Terjaga Baik
Penyaluran Kredit Perbankan Tumbuh, OJK Sebut Stabilitas Sistem Keuangan Sumut Terjaga Baik

IDXChannel - Stabilitas sistem keuangan di Sumatera Utara secara umum hingga Oktober 2021 terjaga cukup baik.

Hal itu dikatakan Direktur Lembaga Jasa Keuangan OJK Kantor Regional 5 Sumbagut, Untung Santoso, saat membuka kegiatan Media Gathering bertema 'Penguatan Sektor Pariwisata di Sumatera Utara' di Hotel Horison Pematangsiantar, Rabu (15/12/2021).

Menurut Untung, stabilitas sistem keuangan terlihat dari kinerja penyaluran kredit perbankan yang sudah menunjukkan pertumbuhan positif. Peningkatan penyaluran pembiayaan pada lembaga pembiayaan non bank, profil risiko kredit yang terjaga dengan baik, pemulihan sektor asuransi, serta aktivitas pasar modal yang terus berkembang dengan pesat.

Pada Oktober 2021, papar Untung, sektor perbankan di Sumut yang terdiri dari 2 bank berkantor pusat, 55 bank berkantor cabang, dan 54 BPR/BPRS melanjutkan pertumbuhan positif double digit dari sisi aset sebesar 10,33% yoy menjadi Rp316,34 triliun. Sedangkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) nya sebesar 10,77% yoy menjadi Rp292,54 triliun.

Sedangkan penyaluran kredit tercatat sebesar Rp220,43 triliun juga sudah mulai memperlihatkan trend peningkatan, dengan pertumbuhan positif 0,34% yoy. Pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh kredit sektor UMKM yang tercapai sebesar Rp61,47 triliun atau 28,08% dari total kredit dengan pertumbuhan yang relatif baik sebesar 5,22% yoy. Porsi ini meningkat dibandingkan dengan posisi Oktober 2020 sebesar 26,76%.

“OJK optimis pemberian kredit perbankan pada sektor UMKM yang ditargetkan oleh Presiden RI pada tahun 2024 sebesar 30% akan dapat tercapai dan terlampaui di wilayah Sumatera Utara,” ujar Untung.

Di saat kredit dapat didorong untuk bertumbuh, profil risiko perbankan juga tetap dapat dijaga dengan baik, tercermin dari rasio NPL gross yang dapat turun hingga di bawah 3%, yaitu sebesar 2,73%. Penurunan tersebut seiring dengan semakin melandainya restrukturisasi kredit COVID-19 di Sumatera Utara yang terealisasi sebesar Rp25,45 triliun per Oktober 2021, menurun dibanding per Desember 2020 sebesar Rp26,73 triliun.

“Penurunan ini sejalan dengan upaya OJK dalam pemulihan ekonomi dan agar perbankan konsisten membentuk cadangan," papar Untung.

Tujuannya bilang Untung,  agar perbankan bisa menggunakan cadangan tersebut sebagai penyangga untuk menekan kredit bermasalah (NPL), khususnya nasabah restrukturisasi kredit akibat Covid-19. Sehingga pada saat program stimulus restrukturisasi telah mencapai tahap penyelesaian, bank tetap dalam kondisi yang sehat dan stabil.

Dalam acara Media Gathering yang mengusung tema “Penguatan Sektor Pariwisata di Sumatera Utara”, Untung Santoso menyampaikan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu ujung tombak perekonomian nasional, khususnya Sumatera Utara dengan beragamnya objek wisata yang dimiliki.

Namun di masa pandemi, banyak pelaku usaha pariwisata kesulitan untuk menghidupkan kembali lini usaha lantaran minimnya modal usaha dan tingginya beban perusahaan selama beberapa saat tidak beroperasi.

“Menghadapi hal tersebut, OJK mendorong pengembangan sektor pariwisata seperti Horeca (Hotel, Restoran, Café) menjadi salah satu prioritas pemulihan, terutama di daerah yang memiliki banyak objek wisata. Di awal pandemi yang lalu, OJK juga telah mengeluarkan kebijakan stimulus dan senantiasa berkomunikasi dengan perbankan untuk mendorong penyaluran kredit pada pelaku usaha pariwisata” ujar Untung Santoso.

Sesuai pemantauan per Oktober 2021, kredit bank umum terhadap sektor pariwisata di Sumatera Utara tercatat sebesar Rp4,69 triliun dan sudah mulai menunjukkan pertumbuhan positif di angka 0,39% yoy. Pertumbuhan ini terutama ditopang oleh sub sektor penginapan dan makan minum yang masing-masing bertumbuh cukup signifikan di angka 33,57% dan 26,82% yoy.

"Hal ini menunjukkan bahwa pelaku usaha pendukung pariwisata di Sumatera Utara sudah mulai bangkit kembali," pungkasnya.

Sementara penyaluran pembiayaan dari industri keuangan non bank (IKNB) juga sudah mulai bergerak pulih per Oktober 2021, ditandai dengan Perusahaan Pembiayaan yang telah menyalurkan pembiayaan Rp15,72 triliun dengan pertumbuhan yang sudah positif 1,80% secara year to date.

Profil risiko perusahaan pembiayaan juga berada dalam level yang manageable, bahkan di bawah angka 3%, ditandai dengan menurunnya rasio NPF dari 3,03% per Desember 2020 menjadi 2,81% per Oktober 2021. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan countercyclical OJK khususnya terkait restrukturisasi pembiayaan sudah berjalan dengan efektif.
Sektor asuransi juga memperlihatkan kinerja yang membaik setelah sebelumnya cenderung turun di tahun 2020 akibat pandemi. Per triwulan III 2021, Asuransi Jiwa di Sumut secara agregat mencatatkan peningkatan pembayaran premi menjadi Rp7,34 triliun dengan pertumbuhan sebesar 29,62% yoy.

Jumlah investor pasar modal di Sumatera Utara per Oktober 2021 meningkat lebih dari dua kali lipat dibanding tahun lalu atau bertumbuh 107,59% yoy sehingga total rekening single investor identification atau SID mencapai 314.730 rekening

“Industri Pasar Modal terus memperlihatkan perkembangan yang signifikan, baik dari segi jumlah rekening maupun transaksi saham,” ujar tandas Untung.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD