Kindaris optimistis bahwa modal terbesar PNM tetap terletak pada budaya gotong royong dan kolaborasi yang telah tumbuh selama lebih dari dua dekade. Menurutnya, setiap proses perubahan akan menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan organisasi yang lebih kuat dan berdampak.
"Perjalanan ke depan tentu tidak selalu mudah. Akan ada target yang harus dicapai, perubahan yang harus dijalankan, dan tantangan yang harus diselesaikan. Namun saya percaya, dengan semangat kolaborasi dan budaya saling menguatkan yang selama ini menjadi kekuatan PNM, kita akan mampu melewati setiap proses transformasi dengan baik," ujarnya.
Dengan semangat baru tersebut, PNM menegaskan bahwa transformasi bukan hanya tentang perubahan struktur organisasi ataupun pergantian jabatan. Lebih dari itu, transformasi adalah upaya membangun organisasi yang semakin relevan, tangguh, dan mampu menghadirkan dampak yang lebih luas bagi jutaan keluarga Indonesia yang menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan PNM.
(NIA DEVIYANA)