OJK memproyeksikan suku bunga kredit domestik masih berpotensi melanjutkan tren penurunan. Suku bunga kredit diperkirakan masih dalam tren menurun, namun kecepatannya akan sangat bergantung pada kemampuan masing-masing bank dalam mengelola struktur biaya dana (Cost of Fund/CoF).
"Perbankan perlu mengelola strategi pendanaan mereka, khususnya untuk meningkatkan porsi dana murah sehingga akan menciptakan ruang bagi penurunan suku bunga kredit," kata Dian.
Meski begitu, OJK memberikan catatan kritis agar perbankan tetap waspada terhadap dinamika makro global. Pada akhir April 2026, Bank Sentral AS (The Fed) dalam rapat FOMC memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan (Fed Funds Rate) di level 3,50-3,75 persen.
Kondisi moneter AS dan gejolak geopolitik global tersebut tetap menjadi faktor penentu yang dihitung cermat oleh OJK. Regulator pun mengimbau perbankan tanah air agar melakukan penyesuaian suku bunga secara bertahap demi menjaga titik keseimbangan antara tuntutan pasar dan rasio keuangan yang sehat.
(NIA DEVIYANA)