Dia merinci, dana jumbo Rp400 triliun berasal dari sisa dana pemerintah di Himbara yang sebelumnya menyusut di kisaran Rp170 triliun akan digenapkan kembali menjadi Rp200 triliun untuk alokasi penempatan jangka panjang.
Kedua, pemerintah menginjeksikan tambahan likuiditas baru sebesar Rp100 triliun untuk tenor jangka pendek berdurasi 3-4 bulan. Ketiga, Kemenkeu menyiapkan bantalan dana fleksibel (flexible fund) senilai Rp100 triliun yang sewaktu-waktu dapat dicairkan menyesuaikan dinamika kebutuhan modal perbankan.
“Kemarin sudah diambil Rp100 triliun kalo enggak salah, Rp170 (triliun) di sana (sisanya), saya balikin lagi, jadi Rp200 (triliun) yang jangka panjang, tambah Rp100 (triliun) lagi mungkin yang jangka 3 bulan 4 bulan, terus tambah lagi yang fleksibel Rp100 (triliun) lagi," tuturnya.
Dengan strateg ini, Purbaya optimistis likuiditas perbankan nasional akan kembali berada dalam posisi yang sangat longgar. Melimpahnya tangki likuiditas ini diharapkan mampu menekan tingkat suku bunga di pasar, sehingga perbankan dapat memacu fungsi intermediasi penyaluran kredit secara lebih agresif kepada sektor riil.
“Jadi akan cukup likuiditas di sektor perbankan kita, jadi harusnya (suku) bunga di pasar akan turun, ekonomi siap lari lagi,” katanya.
(Rahmat Fiansyah)