Pengguna asal Indonesia dapat bertransaksi di China dengan memindai kode QR melalui aplikasi pembayaran, sementara merchant di Indonesia dapat menerima pembayaran dari wisatawan China melalui aplikasi yang telah terintegrasi, seperti Alipay dan UnionPay.
Implementasi ini menjadi momentum penting di tengah pesatnya adopsi QRIS di dalam negeri. Bank Indonesia mencatat, hingga triwulan I-2026, jumlah merchant yang menerima QRIS telah mencapai 44 juta, mayoritas merupakan UMKM, dengan total pengguna mencapai 61,7 juta.
Pada periode yang sama, transaksi QRIS inbound mencapai 2,79 juta transaksi senilai Rp713,59 miliar, sementara transaksi outbound mencapai 737.647 transaksi senilai Rp249,26 miliar.
"Pertumbuhan QRIS menunjukkan bahwa pembayaran digital tidak lagi hanya menjadi fasilitas tambahan, tetapi infrastruktur utama bagi pelaku usaha," lanjutnya.
(Febrina Ratna Iskana)