“Meskipun kita tidak dapat memprediksi bagaimana risiko dan ketidakpastian ini pada akhirnya akan berkembang, hal tersebut signifikan dan memperkuat alasan mengapa kami mempersiapkan perusahaan untuk menghadapi berbagai macam kondisi,” katanya.
Sementara itu, Wells Fargo mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar enam persen year-on-year pada kuartal lalu. Angkanya mencapai USD21,45 miliar.
Pada waktu yang sama, Wells Fargo mencatat peningkatan laba bersih sebesar tujuh persen menjadi USD5,25 miliar.
CEO Wells Fargo Charlie Scharf menghubungkan momentum tersebut dengan ketahanan ekonomi AS yang berkelanjutan.
“Meskipun pasar telah bergejolak, kami masih melihat ketahanan yang berkelanjutan dalam perekonomian," katanya.