AALI
9300
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2470
ACES
690
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
775
ADMF
8200
ADMG
175
ADRO
3130
AGAR
312
AGII
2310
AGRO
855
AGRO-R
0
AGRS
119
AHAP
107
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1200
AKSI
274
ALDO
770
ALKA
300
ALMI
290
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.59
0.44%
+2.37
IHSG
7084.66
0.39%
+27.31
LQ45
1007.80
0.4%
+4.03
HSI
20201.94
0.14%
+27.90
N225
28175.87
0.87%
+243.67
NYSE
0.00
-100%
-15267.16
Kurs
HKD/IDR 545
USD/IDR 14,925
Emas
858,734 / gram

Relaksasi KUR Diperpanjang hingga 2024, BRI Tunggu Keputusan OJK

BANKING
Anggie Ariesta
Rabu, 27 Juli 2022 12:15 WIB
Relaksasi kredit usaha mikro, kecil, dan menengah diusulkan diperpanjang hingga April 2024 guna mempercepat pemulihan UMKM dan ekonomi nasional.
Relaksasi KUR Diperpanjang hingga 2024, BRI Tunggu Keputusan OJK (Foto: MNC Media)
Relaksasi KUR Diperpanjang hingga 2024, BRI Tunggu Keputusan OJK (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Relaksasi kredit usaha mikro, kecil, dan menengah diusulkan diperpanjang hingga April 2024 guna mempercepat pemulihan UMKM dan ekonomi nasional.

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Sunarso mengatakan, untuk kredit di segmen UMKM terutama yang terdampak pandemi itu memang ada kebijakannya, terutama dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk dilakukan relaksasi.

"Apa saja pentingnya relaksasi ini? Pertama, bank harus membuat ketentuan tentang restrukturisasi kreditnya, itu diserahkan kepada bank," kata Sunarso dalam konferensi pers paparan kinerja BRI triwulan II-2022, Rabu (27/7/2022).

Kedua, lanjut Sunarso, yang paling penting adalah OJK dalam menilai kolektibilitas yang semula dalam kondisi normal didasarkan pada tiga pilar yaitu payment status, kinerja keuangan dan prospek usaha.

Halaman : 1 2 3
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD