AALI
10225
ABBA
474
ABDA
0
ABMM
1650
ACES
1405
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2540
ADHI
1095
ADMF
7875
ADMG
240
ADRO
1765
AGAR
344
AGII
1530
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
214
AHAP
64
AIMS
505
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
900
AKRA
4650
AKSI
570
ALDO
755
ALKA
246
ALMI
240
ALTO
294
Market Watch
Last updated : 2021/10/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.30
0.5%
+2.54
IHSG
6656.94
0.47%
+31.24
LQ45
965.04
0.39%
+3.72
HSI
26038.27
-0.36%
-93.76
N225
29106.01
1.77%
+505.60
NYSE
17169.07
0.27%
+46.83
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,150
Emas
818,997 / gram

Restrukturisasi Kredit BRI (BBRI) Turun Jadi Rp185,29 Triliun

BANKING
Shifa Nurhaliza
Selasa, 15 Juni 2021 13:32 WIB
Restrukturisasi kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akibat dampak pandemi Covid-19 mencapai Rp227 triliun hingga April 2021.
Restrukturisasi Kredit BRI (BBRI) Turun Jadi Rp185,29 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Restrukturisasi kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akibat dampak pandemi Covid-19 mencapai Rp227 triliun hingga April 2021. Kendati demikian, nilai itu semakin turun, lantaran yang masih berstatus restrukturisasi tinggal Rp 185,29 triliun.

Mengutip keterangan resmi BBRI, Selasa (15/6/2021), ada juga yang membayar kewajibannya setelah mendapatkan keringanan senilai Rp12 triliun. Adapun manajemen BRI melakukan pencadangan terhadap kredit yang masih dalam status restrukturisasi.

Sehingga per April 2021, total pencadangan yang dilakukan BRI mencapai Rp73,11 triliun.

Dengan demikian, terdapat Rp41,7 triliun yang sudah selesai dan Rp38,07 triliun atau setara 91% dilakukan pembayaran oleh nasabah. Sedangkan yang dilakukan hapus buku hanya sebesar Rp771 miliar atau dari restrukturisasi yang rampung itu, ada beberapa nasabah yang melunasi kreditnya sebesar Rp10,9 triliun. 

Sedangkan non performing loan (NPL) BBRI sebesar Rp 29,08 triliun. Jadi, rasio pencadangan perseroan terhadap NPL sebesar 251,39%.

Dari pencadangan senilai Rp 73,11 triliun itu, pencadangan untuk NPL hanya Rp 27 triliun. Sisanya untuk pencadangan untuk loan at risk guna mengantisipasi terjadinya NPL. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD