Meski demikian, tekanan rupiah dinilai dapat mempersempit ruang pelonggaran kebijakan moneter BI ke depan. Sepanjang 2025, Bank Indonesia telah memangkas suku bunga acuan secara agresif sebesar 125 basis poin hingga berada di level 4,75 persen.
Adapun BI kembali menahan suku bunga acuan (BI Rate) di level 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026. Suku bunga deposit facility juga tetap sebesar 3,75 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 5,50 persen.
"Pelemahan rupiah yang berlanjut dinilai membuat bank sentral perlu lebih berhati-hati agar stabilitas nilai tukar dan kepercayaan investor tetap terjaga di tengah dinamika fiskal dan politik kebijakan moneter yang kian kompleks," tulis Stockbit.
(DESI ANGRIANI)