Ketua Umum AFPI Entjik S Djafar menyampaikan, industri fintech atau pindar hadir sebagai solusi atas tingginya jurang kesenjangan pembiayaan (credit gap) di Indonesia yang mencapai sekitar Rp1.550 triliun.
Dari total kebutuhan kredit nasional sebesar Rp2.650 triliun, industri keuangan konvensional baru mampu memenuhi sekitar Rp1.100 triliun, sementara industri pindar menyerap sekitar Rp105 hingga Rp110 triliun.
"Celah inilah yang dimanfaatkan secara agresif oleh entitas pinjol ilegal yang tidak berizin, tidak diawasi regulator, serta menerapkan praktik penagihan yang tidak beretika hingga memakan korban jiwa di berbagai daerah," ujar Entjik.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menegaskan PWI berkomitmen dalam memfasilitasi wartawan agar mampu mengolah istilah-istilah keuangan digital yang rumit menjadi berita yang jernih, akurat, dan mudah dipahami publik.
"PWI selalu siap berada di garda terdepan bersama seluruh elemen masyarakat. Kerja sama dengan AFPI ini adalah langkah konkret untuk memastikan rekan-rekan wartawan makin berkualitas dan cerdas dalam mengawal isu inklusi keuangan. Mengingat jaringan PWI tersebar hingga ke tingkat kabupaten/kota, kami siap berkolaborasi mengedukasi masyarakat pedesaan yang selama ini paling rentan menjadi korban pinjol ilegal," ujar dia.
(Dhera Arizona)