"Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi LPS yang membutuhkan data real time dalam proses resolusi bank," kata dia.
Selama ini, kata dia, proses resolusi kerap menggunakan cut-off date data satu bulan sebelumnya sehingga perubahan data pada periode terakhir harus diverifikasi ulang secara manual.
Akibatnya, LPS menghadapi sekitar 20 gugatan hukum yang mayoritas dipicu perbedaan atau ketidakakuratan data, khususnya pada BPR.
"Oleh sebab itu, untuk mengatasi persoalan tersebut, LPS akan mengembangkan pengelolaan data real time berbasis artificial intelligent (AI) melalui sovereign cloud guna menjaga keamanan dan kerahasiaan data," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)