Perkembangan ini turut memperkuat peran bank digital, yang tidak lagi sekadar berfungsi sebagai tempat menyimpan dana, tetapi juga sebagai platform terintegrasi untuk
berbagai kebutuhan transaksi harian.
Sehingga, konektivitas dengan ekosistem digital seperti e-commerce dan dompet digital menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi.
Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa transaksi pembayaran digital di Indonesia terus tumbuh pesat, dengan volume yang telah mencapai 14,28 miliar transaksi pada triwulan I
2026. Pertumbuhan juga terjadi di berbagai kanal, termasuk mobile dan internet banking, serta QRIS yang meningkat signifikan secara tahunan sebesar 116,45 persen (yoy).
Dari sisi infrastruktur, sistem pembayaran ritel seperti BI-FAST mencatat pertumbuhan yang kuat, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transaksi digital yang cepat dan efisien dalam mendukung aktivitas harian.