AALI
8475
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4300
ACES
615
ACST
191
ACST-R
0
ADES
7250
ADHI
740
ADMF
8275
ADMG
167
ADRO
4130
AGAR
296
AGII
2200
AGRO
595
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
100
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1425
AKSI
316
ALDO
665
ALKA
290
ALMI
390
ALTO
168
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.37
-0.03%
-0.17
IHSG
7074.22
-0.02%
-1.17
LQ45
1010.95
-0.07%
-0.69
HSI
18081.99
-0.03%
-5.98
N225
27374.78
0.94%
+254.25
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
841,825 / gram

Tumbuh 63 Persen, Citibank Indonesia Raup Laba Bersih Rp750 Miliar di Semester I-2022

BANKING
Cahya Puteri Abdi Rabbi
Kamis, 11 Agustus 2022 18:53 WIB
Citi Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp750 miliar atau tumbuh 63 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Tumbuh 63 Persen, Citibank Indonesia Raup Laba Bersih Rp750 Miliar di Semester I-2022 (Dok.Citi Indonesia)
Tumbuh 63 Persen, Citibank Indonesia Raup Laba Bersih Rp750 Miliar di Semester I-2022 (Dok.Citi Indonesia)

IDXChannel - Citibank, N.A., Indonesia (Citi Indonesia) membukukan laba bersih sebesar Rp750 miliar atau tumbuh 63 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Adapun, kenaikan laba bersih ini didorong oleh oleh lebih rendahnya biaya cadangan penurunan nilai kredit di lini institutional banking.

Pada semester I 2022, portofolio kredit Citi di meningkat 9,8 persen secara tahunan menjadi Rp 43,7 triliun. Kontribusi utama pertumbuhan portfolio kredit berasal dari lini bisnis institutional banking, terutama pada sektor industri manufaktur serta perantara keuangan. 

Sementara itu, pertumbuhan portofolio kredit Citi juga ditunjang oleh tingkat kualitas dana pihak ketiga (DPK) berkelanjutan yang tumbuh sebesar 11,1 persen. Hal itu membuat perusahaan mencatatkan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 64 persen.

Selain itu, perusahaan juga mencatat tingkat kecukupan modal yang baik dengan capital adequacy ratio (CAR) sebesar 26 persen.

"Momentum bisnis dan kualitas aset membaik, sejalan dengan meningkatnya laba bersih di paruh pertama tahun ini," kata CEO Citi Indonesia Batara Sianturi dalam konferensi pers, Kamis (11/8/2022).

Di samping itu, Citi Indonesia mencatatkan penurunan gross non-performing loan (NPL) dari 3,61 persen menjadi 2,86 persen dari periode yang sama tahun lalu. Hal tersebut turut mencerminkan peningkatan kualitas aset perusahaan.

Batara meyakini bahwa, kualitas portofolio kredit perusahaan tetap dalam kondisi baik, karena penerapan prinsip kehati-hatian dalam manajemen resiko untuk mengatasi dampak dari pandemi. Selain itu, perusahaan juga terus memastikan kecukupan pencadangan kerugian kredit, di mana Citi menjaga rasio Net NPL tetap rendah yaitu sebesar 0,26 persen.

Pada lini institutional clients group, Citi berupaya untuk menyediakan layanan dan solusi end to-end kepada para klien perusahaan lokal, multinasional, lembaga keuangan, dan sektor publik.

Per kuartal II 2022, jumlah kredit Institutional group berhasil tumbuh sebesar Rp 4,1 triliun atau 13 persen secara tahunan, yang didorong oleh pertumbuhan kredit di lini Banking, Capital Markets and Advisory (BCMA) dan lini Commercial.

Selanjutnya, Global Subsidiaries Group pun terus membukukan pertumbuhan double-digit di semester pertama 2022 dan peningkatan pangsa pasar pada segmen MNC di tengah kondisi pasar yang menantang. 

"Hal ini tercapai melalui beragam inisiatif, termasuk Asia ke Asia yang meningkat 14 persen sampai akhir kuartal kedua 2022, dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ungkap Batara.

Selain itu, Citi Commercial Bank membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 24 persen selama kuartal kedua tahun ini dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Masih terdapatnya pertumbuhan kredit dibarengi dengan manajemen kas yang lebih variatif ikut menyumbang pertumbuhan pendapatan tersebut.  

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD