AALI
9800
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
785
ACES
1485
ACST
300
ACST-R
0
ADES
1685
ADHI
1105
ADMF
8175
ADMG
165
ADRO
1180
AGAR
436
AGII
1100
AGRO
995
AGRO-R
0
AGRS
308
AHAP
73
AIMS
366
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
488
AKRA
3120
AKSI
800
ALDO
795
ALKA
244
ALMI
244
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/04/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
475.19
-1.04%
-5.00
IHSG
5993.24
-0.75%
-45.08
LQ45
892.79
-1.08%
-9.77
HSI
28621.92
-1.76%
-513.81
N225
28508.55
-2.03%
-591.83
NYSE
0.00
-100%
-16107.56
Kurs
HKD/IDR 1,867
USD/IDR 14,505
Emas
832,144 / gram

Baru Dilantik, Ini Target Kerja Dirut BPJS Kesehatan yang Baru

ECONOMIA
Senin, 22 Februari 2021 12:30 WIB
Baru resmi dilantik sebagai direktur utama (dirut) BPJS Kesehatan yang baru, Ali Ghufron Mukti langsung mencanangkan target kerja di tahun pertama masa kerjanya
Baru Dilantik, Ini Target Kerja Dirut BPJS Kesehatan yang Baru. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Baru resmi dilantik sebagai direktur utama (dirut) BPJS Kesehatan yang baru, Ali Ghufron Mukti langsung mencanangkan target kerja di tahun pertama masa kerjanya. Pelantikan itu sendiri dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) Istana Negara.

Ali Ghufron mengatakan akan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan usai pelantikan ini. Salah satunya dengan mengurangi antrean bagi pengguna BPJS Kesehatan.

“Kami juga ingin meningkatkan dan fokus kepada kualitas layanan. Sehingga kualitas akan meningkat keseluruhan customer journey akan kita tingkatkan dengan inovasi teknologi interface sistem informasi. Sehingga antrian tidak lagi sekitar 6 jam tapi bisa lebih cepat,” katanya seusai dilantik di Istana Negara, Senin (22/2/2021).

Selain itu dia mengatakan ingin meningkatkan kepesertaan BPJS Kesehatan. Selain itu itu dia juga ingin meningkatkan rasa keterikatan semua pihak terhadap BPJS Kesehatan.

“Keterlibatan semua pihak baik pusat, daerah asosiasi, pengamat, perguruan tinggi untuk bersama-sama memiliki BPJS atau jaminan kesehatan nasional dan kartu Indonesia sehat atau JKN KIS,” ungkapnya.

Ali mengatakan ingin menekan defisit aset BPJS Kesehatan dengan pengelolaan yang lebih baik.

“Kami ingin meningkatkan sustainabilitas dari sistem jaminan ini dengan dana yang cukup. Yang kemarin sudah disampaikan ada surplus sekitar Rp18 triliun tapi di saat yang sama sebetulnya dari sisi laporan net asset kita masih defisit sekitar Rp7 triliun. Oleh karena itu akan kita tingkatkan pengelolaan yang lebih baik,” pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD