AALI
9650
ABBA
396
ABDA
0
ABMM
1455
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1040
ADMF
7725
ADMG
196
ADRO
1815
AGAR
0
AGII
1525
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
76
AIMS
462
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
890
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
965
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23466.39
-1.26%
-300.30
N225
27924.96
-0.37%
-104.61
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
827,268 / gram

Baru Dilantik, Ini Target Kerja Dirut BPJS Kesehatan yang Baru

ECONOMIA
Senin, 22 Februari 2021 12:30 WIB
Baru resmi dilantik sebagai direktur utama (dirut) BPJS Kesehatan yang baru, Ali Ghufron Mukti langsung mencanangkan target kerja di tahun pertama masa kerjanya
Baru Dilantik, Ini Target Kerja Dirut BPJS Kesehatan yang Baru. (Foto: MNC Media)
Baru Dilantik, Ini Target Kerja Dirut BPJS Kesehatan yang Baru. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Baru resmi dilantik sebagai direktur utama (dirut) BPJS Kesehatan yang baru, Ali Ghufron Mukti langsung mencanangkan target kerja di tahun pertama masa kerjanya. Pelantikan itu sendiri dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) Istana Negara.

Ali Ghufron mengatakan akan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan kesehatan usai pelantikan ini. Salah satunya dengan mengurangi antrean bagi pengguna BPJS Kesehatan.

“Kami juga ingin meningkatkan dan fokus kepada kualitas layanan. Sehingga kualitas akan meningkat keseluruhan customer journey akan kita tingkatkan dengan inovasi teknologi interface sistem informasi. Sehingga antrian tidak lagi sekitar 6 jam tapi bisa lebih cepat,” katanya seusai dilantik di Istana Negara, Senin (22/2/2021).

Selain itu dia mengatakan ingin meningkatkan kepesertaan BPJS Kesehatan. Selain itu itu dia juga ingin meningkatkan rasa keterikatan semua pihak terhadap BPJS Kesehatan.

“Keterlibatan semua pihak baik pusat, daerah asosiasi, pengamat, perguruan tinggi untuk bersama-sama memiliki BPJS atau jaminan kesehatan nasional dan kartu Indonesia sehat atau JKN KIS,” ungkapnya.

Ali mengatakan ingin menekan defisit aset BPJS Kesehatan dengan pengelolaan yang lebih baik.

“Kami ingin meningkatkan sustainabilitas dari sistem jaminan ini dengan dana yang cukup. Yang kemarin sudah disampaikan ada surplus sekitar Rp18 triliun tapi di saat yang sama sebetulnya dari sisi laporan net asset kita masih defisit sekitar Rp7 triliun. Oleh karena itu akan kita tingkatkan pengelolaan yang lebih baik,” pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD