AALI
9825
ABBA
390
ABDA
0
ABMM
1435
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2970
ADHI
1040
ADMF
7700
ADMG
196
ADRO
1870
AGAR
320
AGII
1485
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
179
AHAP
76
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
890
AKRA
4180
AKSI
414
ALDO
965
ALKA
242
ALMI
246
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23444.23
-1.36%
-322.46
N225
27922.34
-0.38%
-107.23
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
827,268 / gram

BPJT Minta Operator Tol Perbaiki Jalan Berlubang sebelum Naikkan Tarif

ECONOMIA
Rabu, 17 Februari 2021 23:30 WIB
BPJT meminta kepada seluruh operator jalan tol untuk melakukan perbaikan jalan terlebih dahulu sebelum meminta penyesuaian tarif.
BPJT Minta Operator Tol Perbaiki Jalan Berlubang sebelum Naikkan Tarif. (Foto: MNC Media)
BPJT Minta Operator Tol Perbaiki Jalan Berlubang sebelum Naikkan Tarif. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) meminta kepada seluruh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) atau operator jalan tol untuk melakukan perbaikan jalan terlebih dahulu sebelum meminta penyesuaian tarif. Penegasan ini dilakukan sebagai sikap pemerintah dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) pada jalan tol. 

Pemenuhan SPM menjadi syarat bagi operator jalan tol sebelum mengajukan penyesuaian tarif. Di mana penilaian jalan tol dan rest area berkelanjutan harus memenuhi kriteria yang tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) PUPR No.10 Tahun 2014 dan Permen PUPR No 12 Tahun 2018. 

Pelaksana Harian (Plh) Anggota BPJT Unsur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Mahbullah Nurdin, mengatakan salah satu penghambat penyesuaian tarif adalah masalah jalan. Banyak sekali ruas tol yang tarifnya akan naik tetapi masih memiliki jalan berlubang.

"Yang banyak menghambat ya jalannya bolong-bolong. Itu yang sering kita minta ditutup dulu," ujarnya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (17/2/2021). 

Sementara itu, jika melihat dari sisi rest area Nurdin mengaku tempat istirahat yang ada di beberapa ruas tol sudah cukup baik. Toilet maupun parkir yang ada di rest area kini sudah tidak lagi berbayar. 

Namun tetap saja harus ada beberapa perbaikan yang dilakukan oleh BUJT pada rest areanya. Salah satunya adalah terkait jalan masuk menuju dan keluar dari tempat istirahat yang perlu diperbaiki. 

"Sekarang sih sudah lumayanlah, toilet sekarang semua gratis, parkir sudah tidak berbayar yang masih harus diperhatikan terkait jalan masuk dan jalan keluarnya saja yang harus diperbaiki," jelasnya. 

Selain jalan dan rest area, Gerbang Tol juga menjadi salah satu penilaian ketika BUJT mengajukan penyesuaian tarif. Dalam penilaian, GT tol di waktu normal tidak boleh lebih dari 10 kendaraan yang mengantri atau dengan waktu tapping maksimal 5 detik. 

"Gerbang tol juga jadi salah satu penilaian. Kan itu juga merupakan salah satu item di dalam pemenuhan SPM," kata Nurdin. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD