AALI
9875
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1465
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2870
ADHI
1020
ADMF
7700
ADMG
193
ADRO
1795
AGAR
340
AGII
1510
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
173
AHAP
66
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
965
AKRA
4120
AKSI
420
ALDO
1060
ALKA
244
ALMI
240
ALTO
260
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.05
1.37%
+6.85
IHSG
6549.88
0.65%
+42.20
LQ45
943.35
1.27%
+11.81
HSI
23713.36
0.23%
+54.44
N225
27750.67
-0.66%
-184.95
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,360 / gram

Erick Thohir Kembalikan 12 Pesawat Bombardier, Ini Sikap Karyawan Garuda

ECONOMIA
Selasa, 16 Februari 2021 19:30 WIB
Karyawan PT Garuda Indonesia mendukung keputusan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membatalkan kontrak sekaligus mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1.000.
Erick Thohir Kembalikan 12 Pesawat Bombardier, Ini Sikap Karyawan Garuda. (Foto: MNC Media)
Erick Thohir Kembalikan 12 Pesawat Bombardier, Ini Sikap Karyawan Garuda. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Karyawan PT Garuda Indonesia mendukung keputusan Menteri BUMN Erick Thohir untuk membatalkan kontrak sekaligus mengembalikan 12 pesawat Bombardier CRJ 1.000. Kontrak dengan Nordic Aviation Capital atau NAC sendiri jatuh tempo tahun 2027.

Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda (Sekarga), Tomy Tampatty, menyatakan dukungannya atas keputusan Menteri Erick Thohir yang melakukan early termination kontrak operating lease per 1 Februari 2021 lalu.

"Kami menyatakan mendukung penuh keputusan tersebut dan kepada siapapun yang terbukti melakukan praktik korupsi harus dilaporkan kepada KPK," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (16/2/2021).

Dia juga menjelaskan sebenarnya permasalahan pengadaan barang ini sudah sejak lama. Di mana banyak hal yang patut diduga telah terjadi praktik korupsi.

"Dan kami (Serikat Karyawan Garuda), sejak 22 September 2005 telah melaporkan ke KPK terkait beberapa transaksi yang patut diduga telah terjadi praktik korupsi salah satunya transaksi pengadaan pesawat Boeing 737 NG.

Pemutusan kontrak itu terkait dengan keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi Indonesia serta penyelidikan Serious Fraud Office Inggris terhadap indikasi pidana suap dari pihak pabrikan kepada oknum pimpinan Garuda saat proses pengadaan pesawat tahun 2011 lalu.

Garuda melakukan pengadaan pesawat Bombardier CRJ 1000 sejak 2012 hingga 2015 secara bertahap. Pesawat ini melayani rute pendek di Indonesia Timur pada awal pengoperasiannya. Pada 2013, perusahaan membuka rute baru yang melayani penerbangan dengan Bombardier untuk rute Makassar-Lombok, Surabaya-Semarang, dan Tarakan-Balikpapan.

Sebagai informasi, Garuda Indonesia saat ini mengoperasikan 18 jet regional bombardier CRJ-1000. Kesepakatan untuk memperoleh pesawat diselesaikan selama Singapore Airshow pada Februari 2012, di mana maskapai penerbangan tersebut pada awalnya setuju untuk memperoleh enam pesawat CRJ-1000, dengan opsi untuk menerima pengiriman 12 jet tambahan.

Berdasarkan pengumuman Bombardier saat itu, kesepakatan tersebut bernilai USD1,32 miliar dengan harga jual. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD