AALI
9750
ABBA
290
ABDA
7450
ABMM
1380
ACES
1325
ACST
191
ACST-R
0
ADES
3470
ADHI
815
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2250
AGAR
354
AGII
1435
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
70
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
178
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1150
AKRA
785
AKSI
830
ALDO
1400
ALKA
334
ALMI
278
ALTO
252
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.30
-0.65%
-3.26
IHSG
6588.19
-0.39%
-25.87
LQ45
938.89
-0.63%
-5.92
HSI
24064.06
-0.2%
-48.72
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,548 / gram

Kejagung Tetapkan Tersangka ke-9 Kasus Korupsi Asabri Rp 23,7 T

ECONOMIA
Selasa, 16 Februari 2021 06:45 WIB
Kejagung terus mengusut korupsi berjamaah PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) Persero Rp 23,7 triliun.
Kejagung Tetapkan Tersangka ke-9 Kasus Korupsi Asabri Rp 23,7 T
Kejagung Tetapkan Tersangka ke-9 Kasus Korupsi Asabri Rp 23,7 T

IDXChannel - Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mengusut korupsi berjamaah PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) Persero Rp 23,7 triliun. Kali ini penyidik telah menetapkan satu lagi tersangka dalam kasus ini.

Penyidik Kejagung menetapkan Jimmy Sutopo (JS) Direktur Jakarta Emiten Investor Relationship atas kasus dugaan korupsi di Asbri.

Pusat Penerangan Hukum (Puspenkum) Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, penetapan tersangka Jimmy Sutopo dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan lama sejak pukul 10.00-21.25 WIB. 

"Penyidik berkesimpulan meningkatkan dari saksi menjadi tersangka dalam perkara ini. Jadi ini tersangka ke-9 terkait kasus Asabri," kata Leonard di Gedung Bundar, Senin (15/2/2021). 

Dia menjelaskan, Jimmy Sutopo ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat perintah penetapan tersangka dengan nomor print 09/f.2/FD.2/02/2021 hari ini tanggal 15 Februari tahun 2021. JS adalah selaku Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship selaku pihak swasta.

"Dia turut serta dalam dan bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asabri persero," jelasnya. 

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan delapan orang, dua di antaranya mantan Direktur Utama Asabri Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Letjen (Purn) Sonny Widjaya. Kemudian Direktur Utama PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi, mantan Direktur Keuangan Asabri Bachtiar Effendi, mantan Direktur Asabri Hari Setiono, dan mantan Kepala Divisi Investasi Asabri Ilham W Siregar. 

Serta dua tersangka dalam kasus ini, sama dengan terdakwa dalam megakorupsi pada Asuransi Jiwasraya, yakni Direktur Utama PT Hanson Internasional Tbk, Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk, Heru Hidayat.

Akibat perbuatan para tersangka, PT Asabri diduga mengalami kerugian negara hingga Rp 23.739.936.916.742,58. 

Para tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD