AALI
9650
ABBA
396
ABDA
0
ABMM
1455
ACES
1245
ACST
234
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
196
ADRO
1815
AGAR
0
AGII
1525
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
76
AIMS
462
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1005
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23466.39
-1.26%
-300.30
N225
27924.96
-0.37%
-104.61
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
827,268 / gram

Modus Freddy Kusnady "Menjarah" Tanah Ibunda Dino Patti Djalal

ECONOMIA
Minggu, 21 Februari 2021 22:00 WIB
Jajaran Polisi Metro Jaya berhasil meringkus dan menahan 15 orang yang diduga sebagai sindikat mafia tanah, salah satunya Fredy Kusnadi.
Modus Freddy Kusnady
Modus Freddy Kusnady "Menjarah" Tanah Ibunda Dino Patti Djalal (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Jajaran Polisi Metro Jaya berhasil meringkus dan menahan 15 orang yang diduga sebagai sindikat mafia tanah, salah satunya Fredy Kusnadi, yang diduga sebagai otak dari ‘penjarahan’ sertifikat tanah milik ibunda Dino Patti Djalal.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, penangkapan ini merupakan hasil kerjasama Satgas Mafia Tanah yang terdiri dari unsur Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya dan Kementerian ATR/BPN Republik Indonesia. Adapun korban dalam kasus mafia tanah itu salah satunya Djurni Hasyim Djalal, ibunda Dino Patty Djalal yang memiliki rumah di kawasan Pondok Indah, Pondok Pinang, dan Cilandak.

Lalu bagaimana modus sindikat mafia tanah ini bisa mengganti nama sertifikat asli milik Ibunda Dino Patti Djalal?

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran membeberkan peran dan modus 15 pelaku mafia tanah dalam kasus pemalsuan dokumen tanah milik ibu Dino Patti Djalal. 

"Dalam melakukan aksinya, kelompok mafia tanah ini berbagi peran, ada yang bertindak selaku aktor intelektual," ujarnya pada wartawan.

Lalu, kata dia, ada yang berperan sebagai orang yang menyiapkan sarana dan prasarana, ada yang berperan bertindak sebagai figur yang berpura-pura menjadi pemilik tanah dan bangunan. 

Lalu, ada pula yang berperan sebagai Staf PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dan ada juga yang bertindak sebagai figur pemilik sertifikat tanah.

"Dalam menjalankan aksinya, setelah melihat ada rumah, bangunan, tanah yang dijual, kelompok mafia tanah ini beraksi berdasarkan peran yang saya sampaikan tadi," tuturnya.

Dia menambahkan, dari pengungkapan kasus itu, bisa dilihat ada tiga klaster atau kategori. Pertama, klaster korban sebagai pemilih sah sertifikat tanah dan bangunannya.

Kedua, klaster mafia tanah berupa kelompok mafia tanah yang telah diungkap itu, yang mana ada 15 tersangka. Dan ketiga, klaster korban pembeli yang mana sejatinya dia beritikad baik hendak membeli tanah itu, tapi tak tahu kalau sejatinya dia telah tertipu. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD