AALI
9475
ABBA
0
ABDA
7050
ABMM
785
ACES
1455
ACST
282
ACST-R
0
ADES
1670
ADHI
1100
ADMF
8175
ADMG
164
ADRO
1170
AGAR
430
AGII
1080
AGRO
1000
AGRO-R
0
AGRS
302
AHAP
74
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
294
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
496
AKRA
3110
AKSI
800
ALDO
840
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
302
Market Watch
Last updated : 2021/04/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
476.24
0.22%
+1.05
IHSG
5994.18
0.02%
+0.94
LQ45
893.96
0.13%
+1.17
HSI
28755.34
0.47%
+133.42
N225
29188.17
2.38%
+679.62
NYSE
0.00
-100%
-15944.61
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,515
Emas
835,643 / gram

Modus Freddy Kusnady "Menjarah" Tanah Ibunda Dino Patti Djalal

ECONOMIA
Minggu, 21 Februari 2021 22:00 WIB
Jajaran Polisi Metro Jaya berhasil meringkus dan menahan 15 orang yang diduga sebagai sindikat mafia tanah, salah satunya Fredy Kusnadi.
Modus Freddy Kusnady "Menjarah" Tanah Ibunda Dino Patti Djalal (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Jajaran Polisi Metro Jaya berhasil meringkus dan menahan 15 orang yang diduga sebagai sindikat mafia tanah, salah satunya Fredy Kusnadi, yang diduga sebagai otak dari ‘penjarahan’ sertifikat tanah milik ibunda Dino Patti Djalal.

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, penangkapan ini merupakan hasil kerjasama Satgas Mafia Tanah yang terdiri dari unsur Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya dan Kementerian ATR/BPN Republik Indonesia. Adapun korban dalam kasus mafia tanah itu salah satunya Djurni Hasyim Djalal, ibunda Dino Patty Djalal yang memiliki rumah di kawasan Pondok Indah, Pondok Pinang, dan Cilandak.

Lalu bagaimana modus sindikat mafia tanah ini bisa mengganti nama sertifikat asli milik Ibunda Dino Patti Djalal?

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran membeberkan peran dan modus 15 pelaku mafia tanah dalam kasus pemalsuan dokumen tanah milik ibu Dino Patti Djalal. 

"Dalam melakukan aksinya, kelompok mafia tanah ini berbagi peran, ada yang bertindak selaku aktor intelektual," ujarnya pada wartawan.

Lalu, kata dia, ada yang berperan sebagai orang yang menyiapkan sarana dan prasarana, ada yang berperan bertindak sebagai figur yang berpura-pura menjadi pemilik tanah dan bangunan. 

Lalu, ada pula yang berperan sebagai Staf PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dan ada juga yang bertindak sebagai figur pemilik sertifikat tanah.

"Dalam menjalankan aksinya, setelah melihat ada rumah, bangunan, tanah yang dijual, kelompok mafia tanah ini beraksi berdasarkan peran yang saya sampaikan tadi," tuturnya.

Dia menambahkan, dari pengungkapan kasus itu, bisa dilihat ada tiga klaster atau kategori. Pertama, klaster korban sebagai pemilih sah sertifikat tanah dan bangunannya.

Kedua, klaster mafia tanah berupa kelompok mafia tanah yang telah diungkap itu, yang mana ada 15 tersangka. Dan ketiga, klaster korban pembeli yang mana sejatinya dia beritikad baik hendak membeli tanah itu, tapi tak tahu kalau sejatinya dia telah tertipu. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD