Tiga Pilar Sang Nahkoda dalam Meracik Tim Hebat
Pengalaman lintas industri membuat Ikhsan memahami bahwa tim yang solid merupakan kunci dari keberhasilan transaksi. Dalam hal ini, sang nahkoda punya tiga pilar utama untuk mewujudkan dream team-nya.
Pilar pertama adalah kolaboratif. Baginya, transaksi besar tak pernah lahir dari satu nama, tapi dari solidnya tim. Di ruang lingkup yang ia pimpin terdapat dua tim, yakni tim Advisory/M&A dan tim Capital Markets. Keduanya ditempa untuk bekerja lintas peran.
Ikhsan menyebut, kolaborasi antara senior dan junior juga menjadi inti dari eksekusi yang sukses. Kolaborasi tersebut juga dimaksudkan untuk menciptakan kesan kepada para junior bahwa bekerja di tim bukan sekadar mengeksekusi transaksi.
Melainkan tumbuh di dalam ekosistem yang memungkinkan pembelajaran terjadi.
“Jadi, dengan kolaboratif ini, kami yakin bahwa tim ini merupakan the best investment banking tim yang ada di Indonesia,” ujar Ikhsan.
Kemudian, pilar kedua adalah transparansi. Dalam hal ini, Ikhsan terbuka pada setiap staf. Di mana semua orang dapat memperoleh akses yang sama terhadap informasi dan kesempatan belajar. Karena itu, dialog menjadi fondasi budaya kerja yang ia bangun. Ikhsan tak jarang meluangkan waktunya untuk melakukan one-on-one dengan jajaran staff-nya, menciptakan ruang aman untuk bertukar pandangan, menimbang beban kerja, dan mendiskusikan aspirasi.