AALI
7950
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1240
ACES
1320
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2410
ADHI
685
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1335
AGAR
398
AGII
1790
AGRO
2500
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
59
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3600
AKSI
422
ALDO
635
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/07/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.19
-1.28%
-5.68
IHSG
6070.04
-0.83%
-50.69
LQ45
823.04
-1.17%
-9.71
HSI
25961.03
-1.35%
-354.29
N225
27283.59
-1.8%
-498.83
NYSE
16697.14
0.75%
+123.58
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
850,320 / gram

Sering Dengar Kata Likuiditas? Ini Penjelasannya

ECONOMIA
Kamis, 11 Februari 2021 17:05 WIB
Kalau mau beli saham, cari perusahaan yang likuiditasnya baik. Itu saran yang sering kita dengar ketika mau pertama kali terjun investasi saham.
Sering Dengar Kata Likuiditas? Ini Penjelasannya (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Likuiditas adalah? Nah Sobat Investor kalau mau beli saham, cari perusahaan yang likuiditasnya baik. Itu saran yang sering kita dengar ketika mau pertama kali terjun investasi saham. Tapi, sebenarnya apa sih yang namanya likuiditas? 

Likuiditas memang bukan merupakan isilah yang asing di telinga kita. Likuiditas adalah istilah yang sering di dengar saat anda sudah berkecimpungan dalam dunia investasi atau bisnis di pasar modal. Sebab, likuiditas adalah suatu hal yang dianggap oleh banyak pelaku ekonomi sebagai penentu keberlangsungan dari sebuah bisnis atau perusahaan.

Likuiditas juga dapat diartikan sebagai kemampuan individu atau perusahaan untuk melunasi utang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki. 

Level likuiditas yang dimiliki perusahaan umumnya digambarkan dengan angka tertentu, atau biasa disebut rasio cepat (quick ratio), rasio lancar (current ratio), serta rasio perputaran kas. 

Sejatinya, likuditas adalah sesuatu hal bentuk dari kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya membayar utang jangka pendeknya, yaitu hutang usaha, hutang dividen, hutang pajak, dan sebagainya. 

Jadi sobat investor, likuiditas tersebut sangat berhubungan erat dengan tujuan finansial baik jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang di sebuah perusahaan. Seperti penerbitan surat utang, aset barang, dan lainnya.

Manfaat dari mengetahui tingkat likuiditas bagi perusahaan adalah untuk membantu proses analisis serta interpretasi kondisi keuangan jangka pendek. Jadi, dengan mengetahui tingkat likuiditas, perusahaan dapat memperbaiki kondisi keuangan saat diketahui ada hal yang membuat kinerja bisnis kurang maksimal dan efisien.

Tingkat likuiditas dari sebuah perusahaan yang tinggi juga menjadi daya tarik bagi para investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan tersebut. Karena, semakin tinggi tingkat likuiditas dari suatu perusahaan, hal ini menjadi sinyal positif bahwa perusahaan tersebut dapat dikatakan sehat secara keuangan dan dengan risiko kerugian yang kecil pula.

Ini menjadi alasan yang masuk akal, mengapa pihak investor rela dan berani menggelontorkan dananya hingga miliaran Rupiah hanya untuk sebuah perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang baik. Biasanya, dalam pasar saham perusahaan-perusahaan ini masuk ke kategori saham blue chip dan sebagainya.

Dilansir berbagai sumber, berikut ini adalah fungsi likuiditas dalam perusahaan:
1. Berlaku sebagai antisipator dana apabila ada kebutuhan yang mendadak
2. Mengukur ketersediaan kas dan setara kas untuk memenuhi hutang jangka pendek.
3. Sebagai bahan penilaian apakah suatu perusahaan apakah layak mendapat pinjaman modal atau investasi.
4. Untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari
5. Bagi pihak perbankan, likuiditas akan memudahkan nasabah untuk menarik dana.

Kemudian, likuiditas juga terdiri dari tiga komponen dasar menurut Engle dan Lange, yaitu kerapatan, kedalaman, dan resiliensi. Ketiganya ini saling berkaitan untuk menjaga tingkat likuiditas dan kestabilan ekonomi suatu perusahaan atau organisasi.

1. Kerapatan. Kerapatan dalam ini merujuk pada adanya gap dari harga yang disetujui dengan harga normal suatu produk
2. Kedalaman. Perbedaan antara jumlah atau volume produk yang dijual dengan yang dibeli pada tingkat harga tertentu
3. Resiliensi. Kecepatan perubahan harga yang cukup signifikan yang menuju harga efisien setelah terjadinya penyimpangan atau ketidakstabilan harga. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD