AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Takut Jarum Suntik Vaksin Covid, Warga Satu Kampung Bersembunyi di Hutan

ECONOMIA
Jum'at, 19 Februari 2021 07:09 WIB
Termakan berita bohong (hoax) di media sosial dan takut jarum suntik, membuat warga satu dusun di Kabupaten Alor kabur bersembunyi di hutan.
Takut Jarum Suntik Vaksin Covid, Warga Satu Kampung Bersembunyi di Hutan
Takut Jarum Suntik Vaksin Covid, Warga Satu Kampung Bersembunyi di Hutan

IDXChannel - Termakan berita bohong (hoax) di media sosial dan takut jarum suntik, membuat warga satu dusun di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memilih kabur meninggalkan kampungnya dan bersembunyi di hutan.

Kapolres Alor, AKBP Agustinus Christmas, mengatakan, kejadian larinya warga dusun itu awal diketahui Babinkamtibmas Aipda Dominggus Bole Dede yang datang ke desa tersebut. Warga memilih bersembunyi di hutan karena panik dan ketakutan setelah membaca informasi hoaks tentang vaksin Covid-19.

“Mereka sembunyi di hutan karena banyak membaca berita-berita di media sosial dan informasi lainnya sehingga mereka takut,” katanya, Jumat (19/2/2021).

Babinkamtibmas Aipda Dominggus yang datang ke desa tersebut kemudian menemui pengurus RT 05. Mereka lalu menemui warga yang sembunyi di hutan dan meluruskan informasi hoax yang diperoleh masyarakat.

Pasca mendapat penjelasan aparat, sebagian warga memilih kembali ke kampung, meskipun sebagian warga masih tetap bertahan di hutan. 

"Sebagian yang bertahan di hutan karena dekat dengan kebun yang akan panen. Jadi tidak terkait bersembunyi karena takut vaksin. Warga sudah paham dan siap vaksin," katanya.

Agustinus mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat, melalui dinas kesehatan, pihak puskesmas serta satgas covid untuk terus gencar lakukan sosialisasi terkait vaksin agar tidak lagi ada kesalahpahaman warga.

Kapolres mengatakan, secara kelembagaan pihaknya telah membentuk kampung tangguh di wilayah tersebut. Salah satu yang terbanyak dibentuk di Kecamatan Teluk Mutiara. Hal itu karena daerah ini menjadi salah satu daerah paling tinggi angka penularan Covid-19

"Dan kampung tangguh ini membawa dampak baik. Angka penularan mulai berangsur menurun," katanya.

Dia berharap kerja sama semua pihak dari unsur tokoh masyarakat, aparat desa, tokoh agama, dinas kesehatan dan satgas untuk terus melakukan sosialisasi agar pemahaman masyarakat terkait vaksin bisa lebih baik dan upaya menekan penularan covid di daerah ini bisa berjalan baik. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD