AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Ungkap ‘Mafia Tanah’ Dino Patti Djalal Malah Dilaporkan Polisi

ECONOMIA
Senin, 15 Februari 2021 13:56 WIB
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal di laporkan ke pihak kepolisian karena mengungkap adanya permainan 'mafia tanah'.
Ungkap ‘Mafia Tanah’ Dino Patti Djalal Malah Dilaporkan Polisi (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pasca Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengungkapkan adanya permainan ‘mafia tanah’ yang membuat sertifikat tanah ibunya berpindah hak miliknya ke orang lain. Dino Patti malah harus berurusan dengan penegak hukum.

Pasalnya, dirinya malah dilaporkan polisi oleh Fredy. Siapa Fredy? ia adalah orang yang disangka Dino menjadi dalang sindikat mafia penipuan sertifikat tanah. Fredy merasa ungkapan dino menghina dan mencemarkan nama baiknya.

Sekadar informasi, laporan Fredy terdaftar dengan nomor LP/860/II/YAN 2.5/SPKT/PMJ, tertanggal Sabtu, 13 Februari 2021. Dino disangka telah melanggar Pasal 27 Ayat 3 Juncto Pasal 45a Ayat 3 dan atau Pasal 28 Ayat 2 Juncto Pasal 45a Ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

"Klien kami saudara Fredy memang benar ada membeli satu rumah di Jalan Antasari yang proses jual-belinya dimulai dari pembayaran uang muka sebesar Rp500 juta pada Ibu Dino. Selanjutnya, Fredy menebus sertifikat atas nama keponakan atau sepupunya (Yurmisnawita) tersebut di koperasi simpan pinjam," ujar Pengacara Ferdy, Tonin Tachta pada wartawan, Minggu (14/2/2021).

Sebelumnya, Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal sebelumnya memberi kabar mengejutkan perihal penegakan hukum terhadap mafia tanah. Polisi dinyatakan telah membebaskan dalang mafia tanah tanpa proses hukum yang jelas.

Hal itu dikatakan dalam akun twitternya, @dinopattidjalal yang dikutip Kamis (11/2/2021). Menurutnya, Polisi pernah menangkap dalang mafia tanah bernama Fredy Kusnadi pada 11 November 2020 lalu. 

Namun, setelah di bawa ke Polda Metro Jaya, malam itu juga dalang dibebaskan tanpa proses hukum yang transparan dan jelas. Setelah itu, dalang tersebut kabur dari rumahnya.

"Informasi penangkapan dalang Fredy Kusnadi tanggal 11 November 2010 ini saya dapatkan secara mandiri dari kesaksian sejumlah satpam di lokasi penangkapan (kompleks Executive Paradise) yang saya temui tadi malam. #berantasmafiatanah," tulis Dino, Kamis (11/2/2021).

Untuk diketahui, kata Dino, dalang sindikat Fredy Kusnadi juga terlibat dalam upaya penipuan sertifikat minimal dua rumah lain milik ibunya dan bukti-buktinya sangat jelas. Fredy juga bagian dari sejumlah dalang lain dalam komplotan mafia tanah ini.

"Yth Kapolri, Kapolda, sebagai korban mafia tanah, sebagai rakyat biasa, saya mohon informasi baru ini diusut. Ucapan saya dapat dipercaya. Taruhannya adalah reputasi, keseriusan + kredibilitas polisi di mata rakyat dalam #berantasmafiatanah. @DivHumas_Polri," ungkapnya. 

Dino menilai bahwa misi polisi dalam kasus ini tidak rumit asal mau menegakan hukum, membela korban dan menangkap mafia tanah. Sebab, selain dirinya, banyak rakyat yang menjadi korban sindikat tanah dan kenyataannya mafia tanah selalu lebih kuat daripada korban mereka. 

"Dengan perkembangan baru ini, saya minta perlindungan dari Kapolda. Tapi kalau tidak diberi perlindungan juga tidak apa-apa, asal hukum ditegakkan dengan murni. Saya dan rakyat, akan menangis jikalau polisi tidak bisa melawan mafia tanah. Kalau bukan polisi yang membela kami, siapa lagi ?," jelasnya.

Dino menjelaskan, dengan adanya peristiwa itu jelas ada proses hukum yang tidak benar. Dalang ini pastinya ditangkap atas pengakuan tersangka lain yang siangnya tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT). Namun aneh dalangnya setelah tertangkap kemudian dilepas, sementara tiga kroconya terus ditahan selama 2 bulan. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD