AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Cerita Dino Patti Djalal, Dalang Pemalsu Sertifikat Ibunya Bebas Tanpa Proses Hukum

ECONOMIA
Kamis, 11 Februari 2021 18:45 WIB
Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal sebelumnya memberi kabar mengejutkan perihal penegakan hukum terhadap mafia tanah.
Cerita Dino Patti Djalal, Dalang Pemalsu Sertifikat Ibunya Bebas Tanpa Proses Hukum (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal sebelumnya memberi kabar mengejutkan perihal penegakan hukum terhadap mafia tanah. Polisi dinyatakan telah membebaskan dalang mafia tanah tanpa proses hukum yang jelas. 

Hal itu dikatakan dalam akun twitternya, @dinopattidjalal yang dikutip Kamis (11/2/2021). Menurutnya, Polisi pernah menangkap dalang mafia tanah bernama Fredy Kusnadi pada 11 November 2020 lalu. Namun, setelah di bawa ke Polda Metro Jaya, malam itu juga dalang dibebaskan tanpa proses hukum yang transparan dan jelas. Setelah itu, dalang tersebut kabur dari rumahnya.

"Informasi penangkapan dalang Fredy Kusnadi tanggal 11 November 2010 ini saya dapatkan secara mandiri dari kesaksian sejumlah satpam di lokasi penangkapan (kompleks Executive Paradise) yang saya temui tadi malam. #berantasmafiatanah," tulis Dino, Kamis (11/2/2021).

Untuk diketahui, kata Dino, dalang sindikat Fredy Kusnadi juga terlibat dalam upaya penipuan sertifikat minimal dua rumah lain milik ibunya dan bukti-buktinya sangat jelas. Fredy juga bagian dari sejumlah dalang lain dalam komplotan mafia tanah ini.

"Yth Kapolri, Kapolda, sebagai korban mafia tanah, sebagai rakyat biasa, saya mohon informasi baru ini diusut. Ucapan saya dapat dipercaya. Taruhannya adalah reputasi, keseriusan + kredibilitas polisi di mata rakyat dalam #berantasmafiatanah. @DivHumas_Polri," ungkapnya. 

Dino menilai bahwa misi polisi dalam kasus ini tidak rumit asal mau menegakan hukum, membela korban dan menangkap mafia tanah. Sebab, selain dirinya, banyak rakyat yang menjadi korban sindikat tanah dan kenyataannya mafia tanah selalu lebih kuat daripada korban mereka. 

"Dengan perkembangan baru ini, saya minta perlindungan dari Kapolda. Tapi kalau tidak diberi perlindungan juga tidak apa-apa, asal hukum ditegakkan dengan murni. Saya dan rakyat, akan menangis jikalau polisi tidak bisa melawan mafia tanah. Kalau bukan polisi yang membela kami, siapa lagi ?," jelasnya.

Dino menjelaskan, dengan adanya peristiwa itu jelas ada proses hukum yang tidak benar. Dalang ini pastinya ditangkap atas pengakuan tersangka lain yang siangnya tertangkap Operasi Tangkap Tangan (OTT). Namun aneh dalangnya setelah tertangkap kemudian dilepas, sementara tiga kroconya terus ditahan selama 2 bulan.

Dengan demikian, Staf Khusus Menteri ATR/BPN bidang penanganan sengketa, Harry Sudwijanto menegaskan bagi pihak penyidik jika ada kekurangan yang perlu dibantu Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) silahkan dibicarakan.

“Terkait dengan teknis penyidikan, akan kami kordinasikan dengan penyidik Polda Metro Jaya. Ini kan ada pentujuk dan teknis yang harus dilengkapi oleh tim penyidik. Terkait juga penanggulang penahanan, itu juga akan kami tanyakan. Kekurangan apa yang diperlukan tim penyidik untuk melengkapi proses ini akan kami bantu. Yakinlah bahwa kasus ini akan diproses dengan baik,” tegasnya dalam Konferensi Pers Kasus Tanah Dino Patti Djalal, Kamis (11/2/2021).

Harry pun berpesan, dalam kasus mafia tanah ini yang paling penting adalah jangan sampai masyarakat lengah dan memberikan sertifikat tanahnya kepada orang lain.

“Kkasus ini menyadarkan kita semua dan mengingatkan bahwa sertifikat tanah ini harus kita jaga dan bahwa mafia tanah di luar meskipun kami perangi hingga saat ini masih ada dan tersebar,” pungkasnya.

Diketahui, tiga dari empat tersangka sudah menjalani putusan pidana terkait mafia properti yang diungkap oleh Subdit Harda pada tahun 2019. Saat ini pelaku juga sudah berada di Rutan Polda Metro Jaya dan Lapas Cipinang. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD