AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

13 Ekor Sapi Mati Akibat Virus PMK, Kementan Minta Peternak Tak Panik

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Jum'at, 13 Mei 2022 16:27 WIB
Sudah 13 ekor sapi mati akibat virus PMK. Kementerian Pertanian (Kementan) meminta para peternak untuk tidak panik.
13 Ekor Sapi Mati Akibat Virus PMK, Kementan Minta Peternak Tak Panik (FOTO: MNC Media)
13 Ekor Sapi Mati Akibat Virus PMK, Kementan Minta Peternak Tak Panik (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Virus Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) sedang merebak dan menyerang hewan ternak, tercatat sudah 13 ekor sapi mati akibat virus ini. Kementerian Pertanian (Kementan) meminta para peternak untuk tidak panik.

Berdasarkan data Kementan, terdapat 2.555 ekor sapi terkonfirmasi positif terjangkit virus PMK dan 13 ekor sapi mati akibat wabah tersebut.

Meski demikian Direktur Jendral Peternakan, Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, Nasrullah mengatakan hingga saat ini pihaknya belum bisa menaksir berapa total kerugian materil peternak akibat adanya virus tersebut.

"Akan dihitung nanti pasti (kerugiannya)," kata Dirjen Nasrullah kepada MNC Portal, Jumat (13/5/2022).

Kementan menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik akibat adanya wabah virus tersebut. Karena dikatakan bahwa virus ini tidak menular kepada manusia. Bahkan saat ini manusia juga masih bisa mengonsumsi daging sapi tapi dengan memperhatikan bagian daging yang dimakan.

Sedangkan untuk para peternak, Kementan juga telah menjanjikan bakal menciptakan vaksin untuk meningkatkan antibodi hewan ternak agar tidak mudah terjangkit penyakit.

Dijanjikan dalam konferensi pers bersama Kementan bahwa pihaknya bakal menghadirkan vaksin setidaknya kurang dari 28 hari sejak diumumkan pada konferensi persnya, Rabu 11 Mei yang lalu.

"Dari sekian banyak hewan ternak yang menjadi suspect ternyata bisa disembuhkan. Intinya dalam menghadapi PMK ini jangan panik,"kata Mentan dalam konferensi persnya.

Sambil menunggu vaksin hadir, Kementan juga mengambil beberapa langkah pertama dengan memberikan antibiotik kepada hewan-hewan ternak khususnya yang berada di wilayah 6 kabupaten yang terkonfirmasi adanya wabah PMK. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD