AALI
9750
ABBA
286
ABDA
6250
ABMM
1350
ACES
1195
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
170
ADRO
2190
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1275
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
725
AKSI
745
ALDO
1315
ALKA
296
ALMI
288
ALTO
242
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.20
-0.08%
-0.40
IHSG
6554.11
-0.21%
-14.06
LQ45
938.00
-0.14%
-1.34
HSI
24283.31
0.16%
+39.70
N225
27101.98
-0.11%
-29.36
NYSE
16340.32
-0.45%
-73.65
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
851,136 / gram

4 Fakta BLT PKL dan Warung Rp1,2 Juta dari Pemerintah

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Sabtu, 11 September 2021 09:18 WIB
Pemerintah akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat dan dunia usaha sebesar Rp1,2 juta.
4 Fakta BLT PKL dan Warung Rp1,2 Juta dari Pemerintah
4 Fakta BLT PKL dan Warung Rp1,2 Juta dari Pemerintah

IDXChannel - Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto akan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat dan dunia usaha, di tengah pelaksanaan kebijakan PPKM di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali. Salah satu yang teranyar adalah BLT bagi pedagang kaki lima (PKL) dan pengusaha warteg.

Bantuan ini secara spesifik menyasar kabupaten dan kota yang terkena PPKM Level 4 sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 27 dan Nomor 28 Tahun 2021. Para penerima bantuan adalah PKL dan Warung yang belum mendapatkan bantuan melalui skema Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM).

1.Jumlah Bantuan 1,2 Juta

Bantuan untuk sektor usaha mikro dengan jumlah  sebesar Rp1,2 triliun ini akan disalurkan bagi 1 juta pelaku usaha mikro yang masing-masing akan mendapatkan Rp1,2 juta.

"Dengan persiapan seluruh regulasi dan anggarannya, alhamdulillah hari ini bisa diuji coba di kota Medan. Dan ini disediakan untuk satu juta paket, sebanyak Rp1,2 juta," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melalui keterangan virtual dikutip, Sabtu(11/9/2021).

2. Penyaluran BLT PKL dilakukan oleh TNI dan Polri.

Nantinya penyaluran BLT PKL dilakukan oleh TNI dan Polri. Sebab, hingga saat ini, pelaku usaha kecil belum mendapatkan bantuan Rp1,2 juta tersebut.

"Ini regulasinya sudah disiapkan,tentu ini bisa diteruskan oleh TNI-Polri di berbagai wilayah. Operasi di lapangan oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dan diharapkan ini menjadi bantalan bagi mereka yang terkena dampak untuk modal hidup dan modal kerja usaha mereka masing-masing,” papar Airlangga.

Di tempat yang berbeda, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, penyaluran BLT PKL akan dilakukan oleh Polri dan TNI selaku KPA. Untuk itu, Kemenkop UKM akan bersinergi dengan dinas yang membidangi Koperasi dan UKM, untuk melakukan pendataan pelaku usaha yang akan menerima.

3. Sudah Diluncurkan Perdana di Medan

“BTPKLW yang hari ini mulai diluncurkan, selain sebagai kompensasi atas kerugian ekonomi akibat pembatasan, namun juga diharapkan menjadi sinyal untuk menggerakkan kembali ekonomi masyarakat di tingkat bawah,” kata Airlangga ujar  dalam sambutannya di acara penyaluran BTPKLW yang berlangsung di Polrestabes Medan, Kota Medan, Kamis (9/9/2021).

Bantuan Rp1,2 triliun ini telah disalurkan bagi 1 juta pelaku usaha mikro yang masing-masing akan mendapatkan Rp1,2 juta.

"Kota Medan di Provinsi Sumatera Utara menjadi kota pertama yang akan menerima bantuan BTPKLW dikarenakan peran strategis Medan sebagai episentrum perekonomian di pulau Sumatera,"tambahnya.

4. Syarat Penerima Tidak  Pernah Terima BPUM

Syarat lain bagi mereka calon penerima dari  PKL dan pengusaha warteg yang menjadi calon penerima tidak pernah mendapat Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) dari pemerintah.

Selain itu, mereka juga harus memenuhi ketentuan administrasi berupa warga negara Indonesia (WNI), memiliki kartu tanda penduduk (KTP), dan bukan aparatur sipil negara (ASN) atau anggota TNI/Polri dan pegawai BUMN/BUMD. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD