Anne menambahkan, capaian ini menjadi kelanjutan dari transformasi yang terus berjalan di KAI Group.
“Keberhasilan ini memperkuat arah pengembangan KAI sebagai operator berstandar global. Dengan struktur organisasi yang solid dan penguasaan teknologi yang semakin matang, operasional Whoosh akan terus dijalankan secara profesional, andal, dan berkelanjutan,” ujar Anne.
Kemandirian operasional Whoosh yang telah mencapai 80 persen menegaskan bahwa SDM Indonesia mampu mengelola teknologi kereta cepat dengan standar yang selaras dengan operator global.
Kompetensi dan pengalaman yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam memastikan layanan terus berkembang secara profesional dan berdaya saing internasional, dengan target penuh 100 persen tenaga lokal pada tahun ini.
(Dhera Arizona)