AALI
9350
ABBA
284
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
730
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
795
ADMF
8125
ADMG
176
ADRO
3170
AGAR
322
AGII
2240
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
112
AHAP
104
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1160
AKSI
270
ALDO
750
ALKA
294
ALMI
300
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.51
0.4%
+2.15
IHSG
7103.58
0.15%
+10.31
LQ45
1009.34
0.35%
+3.55
HSI
19938.56
-0.51%
-102.30
N225
28864.25
-0.03%
-7.53
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
843,472 / gram

8 Juta Sertifikat Tanah Digadai, Sofyan Djalil: Luar Biasa Dampak Ekonominya

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Selasa, 07 Juni 2022 21:47 WIB
Menteri Sofyan Djalil mengatakan saat ini tercatat setidaknya sudah ada 8 juta sertifikat tanah yang digadaikan atau 'disekolahkan'.
8 Juta Sertifikat Tanah Digadai, Sofyan Djalil: Luar Biasa Dampak Ekonominya (Dok.Sindonews)
8 Juta Sertifikat Tanah Digadai, Sofyan Djalil: Luar Biasa Dampak Ekonominya (Dok.Sindonews)

IDXChannel - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/Kepala BPN), Sofyan Djalil mengatakan saat ini tercatat setidaknya sudah ada 8 juta sertifikat tanah yang digadaikan atau 'disekolahkan'.

Menurutnya kepemilikan sertipikat tanah berdampak cukup baik untuk perekonomian negara. Sebab dengan memiliki sertifikat tanah yang legal, masyarakat memiliki jaminan untuk mengaksesnya permodalan, dan bahkan lebih mudah.

"Dari catatan kami, yang menyekolahkan sertifikat sekira 8 juta, baru sekira 10 persen. Kalau 80 juta ini semua bisa di-leverage, luar biasa dampak ekonominya," ujar Sofyan Djalil dalam konferensi pers di kantornya, Selasa (7/6/2022). 

Oleh karenanya Sofyan Djalil menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan digitalisasi dalam hal penciptaan sertipikat tanah. Harapannya agar tanah masyarakat bisa lebih mudah untuk disertipikasi.

"Presiden memerintahkan kami untuk mempercepat pendaftaran tanah, tujuan akhirnya memberikan kepastian hukum dan memberikan financial inclusion," sambung Sofyan Djalil.

Sofyan Djalil menjelaskan saat ini masyarakat masyarakat yang belum bisa masuk ke lembaga keuangan formal karena sebagian masyarakat masih memiliki tanah, namun belum mempunyai sertipikat.

"Kami berkeinginan untuk mendaftarkan seluruh tanah di seluruh Indonesia, kalau sudah terdaftar, maka masyarakat yang selama ini tidak memiliki akses ke lembaga keuangan formal menjadi punya," lanjutnya. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD