AALI
9950
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1515
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1065
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1185
AGAR
448
AGII
1190
AGRO
1005
AGRO-R
0
AGRS
320
AHAP
77
AIMS
284
AIMS-W
0
AISA
288
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
456
AKRA
3130
AKSI
800
ALDO
675
ALKA
238
ALMI
226
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/04/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
483.36
-0.1%
-0.50
IHSG
6086.26
0.11%
+6.76
LQ45
907.67
-0.08%
-0.77
HSI
28969.71
0.61%
+176.57
N225
29642.69
0.07%
+21.70
NYSE
16116.85
0.73%
+116.70
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,643
Emas
831,440 / gram

Ada BUMN Rugikan Negara, Pengamat: Kalau Dipunahkan juga Tidak Masalah

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Kamis, 08 April 2021 12:32 WIB
Erick mengaku khawatir dengan kondisi BUMN bila tidak mampu menyesuaikan diri di era digital, maka kondisi itu bisa membuat BUMN punah
Ada BUMN Rugikan Negara, Pengamat: Kalau Dipunahkan juga Tidak Masalah (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Perusahaan BUMN punya posisi strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat, sepertiga dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia disumbangkan dari perusahaan pelat merah.

Meski begitu, tidak semua BUMN memiliki eksistensi yang menguntungkan negara atau  berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai, ada sejumlah perseroan negara yang justru merugikan negara.

Pernyataan itu didasari pada proses transformasi BUMN melalui skema restrukturisasi perusahaan yang menjadi program andalan Menteri BUMN, Erick Thohir. Dimana, dari 142 perseroan dipangkas menjadi 70 perseroan saja. Bahkan, Bhima menilai, ada miss management, sebab tercatat banyak perseroan yang cenderung merugi, tapi diselamatkan dengan Penyertaan Modal Negara (PMN). 

"Ya cukup banyak ya, kondisi rugi tapi disuntik PMN terus. Ada miss management tapi tetap dipertahankan," ujar dia saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (8/4/2021). 

Bhima juga cenderung tidak sepakat dengan pernyataan Erick Thohir bahwa punahnya BUMN membahayakan laju pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebelumnya, Erick mengaku khawatir dengan kondisi BUMN bila tidak mampu menyesuaikan diri di era digital, maka kondisi itu bisa membuat BUMN punah. jika itu terjadi, maka ekonomi Indonesia dalam keadaan bahaya.

Dalam kajiannya, hanya ada beberapa sektor perseroan pelat merah yang punya kontribusi besar terhadap ekonomi Indonesia. Misalnya, BUMN sektor energi seperti PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN. 

"BUMN yang mana dulu? Kalau BUMN yang mengelola sektor strategis seperti Pertamina dan PLN memang harus dijaga kesehatan keuangannya. Tapi anak cucu BUMN yang tidak efisien, jumlahnya ratusan hanya jadi rebutan kursi direksi dan komisaris ya harus dipikir ulang untuk dipertahankan," tuturnya. 

Karena itu, Bhima mendukung upaya efisiensi yang dilakukan Erick melalui skema klasterisasi BUMN. Saat ini, proses menyusun klasterisasi berdasarkan value chain dan bisnis inti (core business) sudah berjalan. Totalnya ada 12 klaster dari sebelumnya 27 klaster. Masing-masing Wakil Menteri BUMN membawahi enam klaster. 

"Justru saya mendukung langkah pak Erick untuk rombak anak cucu BUMN agar lebih profesional dan memberikan ruang kolaborasi dengan swasta. Jadi kalau BUMN yang masuknya ke perhotelan misalnya, sementara sektor itu harusnya diisi swasta maka kalau dipunahkan nggak ada masalah," ucap dia.
(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD