IDXChannel - Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin optimistis momentum Hari Raya Idulfitri, beserta sejumlah inisiatif pemerintah, akan mendorong Indonesia mencapai target pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 sebesar 5,5 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Menurutnya, Indonesia memiliki sejumlah momentum peningkatan konsumsi sepanjang kuartal ini, bahkan sejak awal periode.
Pada awal tahun, misalnya, aktivitas konsumsi meningkat seiring perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selanjutnya, pada pertengahan kuartal I, kegiatan ekonomi didorong momentum Imlek dan Ramadan. Memasuki Maret sebagai akhir kuartal I, konsumsi pun kembali meningkat seiring perayaan Idulfitri.
Secara tren, momentum Nataru dan Idulfitri kerap menyumbang sekitar 30–40 persen dari total belanja ritel tahunan.
"Belanja masyarakat selama Nataru dan Lebaran akan berdampak sangat tinggi bagi ekonomi kuartal I-2026, sehingga target pertumbuhan 5,5 persen akan tercapai," ujar Wijayanto dalam keterangan tertulis, Kamis (26/3/2026).
Lebih lanjut, dia menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal I akan terdistribusi secara merata mengingat masyarakat, khususnya pemudik, cenderung membelanjakan uangnya di daerah asal.
Hal ini diharapkan dapat membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I menjadi lebih inklusif.
"Lebaran selalu mempunyai dampak besar bagi geliat ekonomi, termasuk ekonomi daerah yang mendapatkan guyuran dana dari para pemudik," ujar dia.
Kemudian, stimulus ekonomi pemerintah juga memiliki peranan besar dalam mendongkrak konsumsi di kuartal I. Adanya kebijakan Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi ojek daring juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal ini, meski dampaknya diproyeksi relatif terbatas.
"Nilai BHR sebesar Rp400 miliar mungkin belum signifikan jika dibandingkan dengan ukuran ekonomi Indonesia. Kendati demikian, bagi driver ojol, ini merupakan bantuan yang luar biasa bermanfaat dan pantas diapresiasi," kata dia.
Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa aktivitas mudik dan libur Lebaran diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini.