AALI
9600
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
830
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2030
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1060
AKSI
296
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
212
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.09
-0.81%
-4.37
IHSG
6971.29
-0.64%
-44.77
LQ45
1002.80
-0.79%
-7.94
HSI
22124.19
-0.47%
-105.33
N225
26984.14
0.42%
+112.87
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,840
Emas
871,109 / gram

Ada PHK Besar-Besaran di Startup, Ekonom Sebut Ada Penurunan Pendapatan

ECONOMICS
Viola Triamanda/MPI
Sabtu, 28 Mei 2022 14:47 WIB
Sejumlah perusahaan rintisan atau startup saat ini sedang diterpa badai pemutusan hubungan kerja (PHK).
Ada PHK Besar-Besaran di Startup, Ekonom Sebut Ada Penurunan Pendapatan. (Foto: MNC Media)
Ada PHK Besar-Besaran di Startup, Ekonom Sebut Ada Penurunan Pendapatan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sejumlah perusahaan rintisan atau startup saat ini sedang diterpa badai pemutusan hubungan kerja (PHK). Salah satu alasan terjadinya lay off atau PHK tersebut merupakan upaya efisiensi perusahaan.

"Start up yang melakukan PHK tersebut berarti mengupayakan efisiensi, dan biasanya efisiensi ini terjadi akibat menurunnya pendapatan perusahaan tersebut" jelas Direktur Institute for Development of Economics dan Finance (Indef) Tauhid Ahmad kepada MPI, Sabtu (28/5/2022).

Menurutnya pendapatan yang menurun dikarenakan ketidakmampuan perusahaan untuk bersaing mengingat start up baru pun banyak yang bermunculan. 

"Penyebab pertama ya karena mereka tidak mampu berkompetisi sehingga berujung dengan ketidakmampuan mereka mengikuti demand dari market" jelasnya.

Selain itu, tekanan global yang dialami investor akibat dari dinamika global juga turut mempengaruhi.

"Investor saat ini juga tengah menghadapi tekanan global jadi mereka pun tidak mampu untuk memberikan dukungan pendanaan yang sifatnya jangka panjang" ucapnya. 

Seperti yang diketahui, saat ini perekonomian global memang sedang di fase yang tidak menentu. Hal ini membuat investor harus mengurangi ekspansi secara umum termasuk mengurangi dukungan terhadap startup dalam negeri.

Namun, Tauhid Ahmad menyatakan bahwa kejadian saat ini hanyalah sebuah siklus semata. Ia pun meyakini bahwa ke depannya keadaan perekonomian akan membaik.

"Ini hanyalah siklus, jika nanti perekonomian membaik tentu perusahaan akan membutuhkan SDM lagi, dan ke depannya akan banyak investor baru nantinya" pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD