sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Ada Program PLTS 100 GW, IESR Usulkan Tiga Agenda Prioritas Agar Terukur dan Berkelanjutan

Economics editor Yanto Kusdiantono
29/05/2026 21:50 WIB
IESR telah mengidentifikasi tiga agenda prioritas yang perlu menjadi fokus awal implementasi PLTS 100 GW. Salah satunya  percepatan program dedieselisasi.
Ada Program PLTS 100 GW, IESR Usulkan Tiga Agenda Prioritas Agar Terukur dan Berkelanjutan. (Foto: Yanto Kusdiantono/IDX Channel)
Ada Program PLTS 100 GW, IESR Usulkan Tiga Agenda Prioritas Agar Terukur dan Berkelanjutan. (Foto: Yanto Kusdiantono/IDX Channel)

Menurut Fabby, pengembangan model pengelolaan PLTS desa melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) bisa mencakup penyedia layanan energi atau Energy as a Service (EaaS), terutama untuk desa off-grid dengan kebutuhan listrik produktif yang tinggi.

Hanya saja, ujar dia, tidak ada satu model bisnis yang bisa diterapkan untuk seluruh desa karena kondisi setiap desa (KDKMP dan BUMDes) berbeda-beda.

Sekadar diketahui, program PLTS 100 GW pertama kali digagas oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juni 2025. Saat itu, Presiden Prabowo menyampaikan komitmen untuk mendorong Indonesia mencapai bauran energi terbarukan 100 persen pada 2035. Dalam program tersebut, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS 100 GW, yang terdiri atas PLTS 80 GW tersebar dan PLTS terpusat 20 GW, sebagai bagian dari upaya mencapai target net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.

(Yanto Kusdiantono)

Halaman : 1 2 3 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement