AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

ADHI Sukses Cetak Kontrak Baru 1,1 Triliun di Januari 2021

ECONOMICS
Fahmi Abidin
Kamis, 18 Februari 2021 10:15 WIB
ADHI catat perolehan kontrak baru sebesar Rp1,1 triliun (di luar pajak) atau naik sebesar 175% dibandingkan perolehan kontrak baru pada periode sama tahun lalu.
ADHI Sukses Cetak Kontrak Baru 1,1 Triliun di Januari 2021. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Emiten infrastruktur PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dalam keterangan resmi mengungkapkan pada Januari 2021, perseroan mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp1,1 triliun (di luar pajak) atau naik sebesar 175% dibandingkan perolehan kontrak baru pada Januari 2020 sebesar Rp0,4 triliun (di luar pajak).

Dalam keterangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (18/2/2021), Manajemen ADHI menjelaskan bahwa untuk Carry over kontrak dari tahun 2020 ke 2021, tercatat Rp34,9 triliun (di luar pajak), sehingga nilai Total Order Book sampai dengan Januari 2021 sebesar Rp36,0 triliun (di luar pajak).

"Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada bulan Januari 2021, meliputi lini bisnis Konstruksi & Energi sebesar 93%, Properti sebesar 6%, dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya,"terang Manajemen ADHI dalam keterangan resminya.

Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Gedung sebesar 63% dan proyek Infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, dan proyek-proyek EPC sebesar 37%.

Dijelaskan pula dalam keterangan perseroan bahwa berdasarkan segmentasi kepemilikan, realisasi kontrak baru dari Pemerintah sebesar 77%, BUMN sebesar 6%, dan Swasta sebesar 18%. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD