sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

AHY Sebut Air Bersih Baru Bisa Dinikmati 20 Persen Masyarakat, Targetkan 24 Juta Pipa hingga 2029

Economics editor Rohman Wibowo
25/02/2026 04:00 WIB
AHY juga menekankan soal ilusi surplus air bersih yang dimiliki Indonesia karena berstatus negara maritim, yang dianugerahi dominan kawasan perairan.
AHY Sebut Air Bersih Baru Bisa Dinikmati 20 Persen Masyarakat, Targetkan 24 Juta Pipa hingga 2029. Foto: iNews Media Group.
AHY Sebut Air Bersih Baru Bisa Dinikmati 20 Persen Masyarakat, Targetkan 24 Juta Pipa hingga 2029. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) menargetkan pembangunan 24 juta sambungan pipa air bersih ke rumah-rumah untuk memenuhi hak masyarakat pada 2029. 

Menko IPK, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti masih rendahnya serapan air bersih melalui infrastruktur pipa air di kalangan masyarakat yang hanya 20 persen atau baru 56 juta orang. Pada 2029, diharapkan 93 juta masyarakat Indonesia teraliri air bersih melalui infrastruktur pipa air di sejumlah daerah.

AHY juga menekankan soal ilusi surplus air bersih yang dimiliki Indonesia karena berstatus negara maritim, yang dianugerahi dominan kawasan perairan.

"Sampai dengan 2029, kami mau naikkan ke 24 juta house connections, atau 40 persen urban coverage. Itu berarti hingga 93 juta orang. Dan 2045 target kami sesuai dengan RPJPN, 56 juta house connections. 100 persen ini harapan Indonesia Emas, 211 juta orang (teraliri air bersih)," kata AHY dalam forum Water Townhall Meeting di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

AHY menitikberatkan ketimpangan suplai air di sejumlah daerah. Kawasan di Pulau Jawa yang padat penduduk justru dihadapi krisis air karena tingkat kebutuhan yang tinggi, seiring tingkat kepadatan penduduk dan kebutuhan industri.

"Jadi tidak merata. Ini masalahnya ketimpangan, masalah dengan demografi kita," ucap dia.

AHY menekankan soal kesediaan air bersih menjadi urusan vital bagi kehidupan masyarakat dan ketahanan nasional. Sehingga ke depan, perlu dilakukan pula upaya mengkonservasi air. Mulai untuk kebutuhan irigasi demi capaian swasembada pangan hingga kebutuhan rumah tangga yang merata di seluruh Indonesia.

"Kebutuhan rumah tangga kurang lebih 9 persen, Industri 6 persen, untuk kebutuhan komersial sekitar 3 persen, dan lainnya 8 persen. Jadi kami fokus di sini (rumah tangga), karena ini kebutuhan yang paling besar, tapi ingat ini semua membutuhkan ketersediaan air bersih juga," ucap AHY.


(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement