IDXChannel - Indonesia dan Swiss kembali menggelar pertemuan tingkat tinggi untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi, ketahanan energi, serta percepatan langkah Indonesia menjadi anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Terkait dukungan terhadap aksesi Indonesia menjadi anggota OECD, Swiss menegaskan dukungan penuhnya dengan mengucurkan kontribusi dana sebesar 3 juta Euro.
Dukungan ini diwujudkan melalui program kerja sama Swiss (2025–2028) yang berfokus pada tiga area krusial yaitu Tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN), peningkatan kapasitas dalam Perilaku Bisnis yang Bertanggung Jawab (OECD Responsible Business Conduct), lalu aksesi ke Konvensi Anti-Suap OECD.
“Pemerintah Indonesia saat ini terus bergerak aktif membahas 240 instrumen hukum OECD yang tersebar di 32 Bab bersama lebih dari 60 Kementerian/Lembaga terkait, guna memastikan standar-standar tersebut tidak hanya diadopsi di atas kertas tetapi juga diterapkan secara nyata di lapangan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).
Airlangga juga menguraikan langkah masif Indonesia dalam melakukan reformasi struktural BUMN. Melalui langkah restrukturisasi dan pelepasan aset, Indonesia berhasil melakukan restrukturisasi dan memangkas jumlah BUMN.