AHY menitikberatkan ketimpangan suplai air di sejumlah daerah. Kawasan di Pulau Jawa yang padat penduduk justru dihadapi krisis air karena tingkat kebutuhan yang tinggi, seiring tingkat kepadatan penduduk dan kebutuhan industri.
"Jadi tidak merata. Ini masalahnya ketimpangan, masalah dengan demografi kita," ucap dia.
AHY menekankan soal kesediaan air bersih menjadi urusan vital bagi kehidupan masyarakat dan ketahanan nasional. Sehingga ke depan, perlu dilakukan pula upaya mengkonservasi air. Mulai untuk kebutuhan irigasi demi capaian swasembada pangan hingga kebutuhan rumah tangga yang merata di seluruh Indonesia.
"Kebutuhan rumah tangga kurang lebih 9 persen, Industri 6 persen, untuk kebutuhan komersial sekitar 3 persen, dan lainnya 8 persen. Jadi kami fokus di sini (rumah tangga), karena ini kebutuhan yang paling besar, tapi ingat ini semua membutuhkan ketersediaan air bersih juga," ucap AHY.
(NIA DEVIYANA)