"Kurang lebih 12 ribu secara total, 10 ribu kilometer itu ada di Jawa. Yang aktif, yang operasional sekitar 7 ribu kilometer, sisanya tidak aktif. Sedangkan Sumatera ada, tapi tentunya belum sangat terhubung, Kalimantan belum ada kereta, Sulawesi hanya sedikit sekali, seratusan kilometer saja," katanya.
AHY mendorong adanya peralihan bertahap menuju transportasi berbasis rel. Menurutnya, langkah ini juga sangat penting untuk mengurangi beban jalan raya yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi darat.
"Nah dengan demikian arahan Presiden untuk mengembangkan jaringan kereta di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi ini menjadi strategis. Urgensinya sekali lagi untuk mendukung mobilitas manusia barang dan jasa. Di wilayah-wilayah yang memang potensi utamanya adalah sumber daya alam, komoditas ekstraktif, maka perlu didukung oleh transportasi logistik kereta yang benar-benar bisa digunakan secara efektif dan efisien," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)