sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

AHY Temui Purbaya, Bahas Anggaran Proyek Infrastruktur Jumbo hingga Kereta Cepat Surabaya

Economics editor Anggie Ariesta
20/01/2026 16:38 WIB
AHY menemui Purbaya di Kantor Kemenkeu untuk membahas anggaran proyek infrastruktur jumbo hingga kereta cepat Surabaya.
AHY Temui Purbaya, Bahas Anggaran Proyek Infrastruktur Jumbo hingga Kereta Cepat Surabaya. (Foto: iNews Media Group)
AHY Temui Purbaya, Bahas Anggaran Proyek Infrastruktur Jumbo hingga Kereta Cepat Surabaya. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyambangi Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk berkoordinasi dengan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Selasa (20/1/2026).

AHY membawa serta jajaran lengkap Sesmenko dan para deputi dalam pertemuan tersebut. Dia beralasan pertemuan itu krusial untuk memastikan dukungan anggaran bagi proyek-proyek infrastruktur berskala besar (high profile projects) di seluruh pelosok negeri.

"Intinya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini tentu memerlukan dukungan anggaran. Kita ingin menyampaikan kepada beliau apa saja yang perlu mendapatkan atensi dan juga dukungan, baik yang sifatnya high profile project maupun proyek-proyek berskala besar," ujar AHY di Gedung Djuanda I Kemenkeu, Selasa (20/1/2026).

Salah satu agenda utama yang dibawa AHY yaitu keberlanjutan megaproyek kereta cepat. Tidak hanya memastikan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) berjalan mulus, AHY mengungkapkan adanya instruksi khusus dari Presiden untuk memperluas jangkauan transportasi modern ini hingga ke Jawa Timur.

Hal ini secara otomatis menuntut pembahasan mendalam mengenai struktur pendanaan dan kesehatan finansial konsorsium terkait.

"Pengembangan kereta cepat ini tentu tidak berhenti di Bandung. Kita berharap dapat dikembangkan hingga Surabaya. Oleh karena itu, pembahasan mengenai restrukturisasi keuangan kereta cepat ini juga menjadi salah satu agenda pembahasan," ujar AHY.

AHY menyadari bahwa beban pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas tidak bisa sepenuhnya bertumpu pada kas negara (APBN). Oleh karena itu, ia mendorong optimalisasi Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) serta penarikan investasi asing.

Selain proyek komersial, AHY juga menyoroti urgensi anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera. Infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan sarana air bersih menjadi prioritas utama untuk segera dipulihkan melalui koordinasi lintas kementerian.

"Kami juga akan mendiskusikan penanganan bencana alam di Sumatera. Kita tahu bahwa satgas sudah terbentuk. Dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana ini, peran infrastruktur menjadi dominan," tambahnya.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement