AALI
9325
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
735
ACST
202
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
800
ADMF
8200
ADMG
176
ADRO
3150
AGAR
322
AGII
2250
AGRO
760
AGRO-R
0
AGRS
112
AHAP
106
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
157
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1165
AKSI
272
ALDO
755
ALKA
292
ALMI
302
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.49
1.15%
+6.13
IHSG
7133.45
0.57%
+40.18
LQ45
1016.36
1.05%
+10.57
HSI
19830.52
-1.05%
-210.34
N225
28868.91
-0.01%
-2.87
NYSE
0.00
-100%
-15804.38
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
840,925 / gram

Airlangga Bangga Indonesia Selamat dari Inflasi

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Jum'at, 05 Agustus 2022 13:12 WIB
Perekonomian Indonesia mendapat angin segar di kala tekanan inflasi dan ancaman resesi tengah melanda dunia saat ini.
Airlangga Bangga Indonesia Selamat dari Inflasi. (Foto: MNC Media)
Airlangga Bangga Indonesia Selamat dari Inflasi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Perekonomian Indonesia mendapat angin segar di kala tekanan inflasi dan ancaman resesi tengah melanda dunia saat ini.

Menurut pemaparan optimis dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II masih di atas 5 persen.

Hal ini juga berbanding lurus dengan peningkatan konsumsi masyarakat serta kinerja industri manufaktur yang kian membaik. 

“Kita lihat pertumbuhan ekonomi kita masih sedikit di atas 5 persen. Begitu juga dengan indeks keyakinan konsumen yang membaik. PMI berada di 51,3 dan kami optimis angkanya dapat di atas 5 persen,” ujar Airlangga pada Jumat (5/8/2022). 

Upaya pertahanan ekonomi ini dapat diupayakan dengan mempertahankan daya beli masyarakat di tengah kenaikan inflasi. Pemerintah berupaya menjaga subsidi sebagai jaring pengaman sosial.

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Menteri Keuangan, Sri Mulyani dengan ekspektasinya akan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II di tahun 2022 bisa naik di atas 5 persen. 

“Pada kuartal I tahun 2022 ini, pertumbuhan ekonomi 5,01% dan kuartal II akan bertahan di atas 5%,” ungkap Sri Mulyani dalam konferensi pers Senin (1/8/2022) lalu. 

Kondisi ekonomi yang nampak pulih ini juga didorong dengan pengendalian kasus Covid-19 yang beriringan dengan kenaikan mobilitas masyarakat. Hal tersebut memicu daya beli masyarakat terutama saat Hari Raya Idul Fitri. 

Pada kuarta April hingga Juni 2022 meningkat saat produksi ekspor kian melonjak, hal ini dipicu dengan adanya kenaikan harga komoditas. 

Menurut data Badan Pusat Statistik, Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal kedua naik sebesar 5,44 persen di tahun sebelumnya, hal ini menunjukan adanya pertumbuhan ekonomi tercepat dalam setahun. (TYO/RIBKA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD