Bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace, kata Airlangga, merupakan langkah pemerintah untuk berkontribusi dalam proses membangun kembali Palestina pasca gencatan senjata.
"Board of Peace itu tidak sama dengan tarif, BoP adalah sebuah lembaga yang membicarakan terkait dengan Gaza. Sedangkan tarif adalah bilateral, tidak multilateral, BoP adalah multilateral," kata dia.
Seperti diketahui, Indonesia resmi bergabung dalam organisasi antar negara proses transisi pemulihan Palestina pasca gencatan senjata. Bahkan, Indonesia telah memberikan iuran sebesar USD1 miliar sebagai dana rekonstruksi Gaza dan tidak bersifat wajib.
Selain Indonesia, ada tujuh negara lain yang resmi bergabung BoP, seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, UAE, dan Pakistan. Kehadiran para negara-negara yang bergabung dengan organisasi besutan Presiden AS Donald Trump ini ditargetkan mampu mengurangi peperangan di Palestina.
(Dhera Arizona)