AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Akhir Juli, BI Catat Inflasi RI Naik 0,01 Persen

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Jum'at, 30 Juli 2021 16:39 WIB
Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu V Juli 2021, perkembangan harga pada Juli 2021 masih relatif terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,01%.
Akhir Juli, BI Catat Inflasi RI Naik 0,01 Persen. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu V Juli 2021, perkembangan harga pada Juli 2021 masih relatif terkendali dan diperkirakan inflasi sebesar 0,01% (mtm).

Direktur Eksekutif Komunikasi BI, Erwin Haryono, mengatakan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Juli 2021 secara tahun kalender sebesar 0,75% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,45% (yoy).

Rinciannya, penyumbang utama inflasi Juli 2021 sampai dengan minggu kelima yaitu komoditas cabai rawit sebesar 0,03% (mtm), tomat dan bawang merah masing-masing sebesar 0,02% (mtm), kangkung, bayam, kacang panjang dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm). 

"Sementara itu, beberapa komoditas mengalami deflasi, antara lain daging ayam ras sebesar -0,09% (mtm), telur ayam ras, emas perhiasan dan jeruk masing-masing sebesar -0,02% (mtm), beras dan tarif angkutan udara sebesar -0,01% (mtm)," kata Erwin di Jakarta, Jumat (30/7/2021).

Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu, serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD