AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Ancam Sebarkan Data Nasabah, 11 Tersangka Pinjol Ilegal Disikat Aparat

ECONOMICS
Erfan Maruf
Jum'at, 27 Mei 2022 14:16 WIB
Polda Metro Jaya mengamankan 11 orang tersangka yang diduga mengoperasikan 58 aplikasi pinjaman online.
Ancam Sebarkan Data Nasabah, 11 Tersangka Pinjol Ilegal Disikat Aparat (Dok.MNC)
Ancam Sebarkan Data Nasabah, 11 Tersangka Pinjol Ilegal Disikat Aparat (Dok.MNC)

IDXChannel - Polda Metro Jaya mengamankan 11 orang tersangka yang diduga mengoperasikan 58 aplikasi pinjaman online. Sebanyak 58 aplikasi  pinjol tersebut diduga mengancam nasabahnya ketika menagih pinjaman. 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan, 11 tersangka mempunyai peran masing-masing. Para tersangka berinisial MIS, IS, JN, LP, OT, AR, FIS, T, dan AP yang berperan sebagai debt collector. Kemudian, DRS sebagai leader dan S sebagai manajer.

Berdasarkan pemeriksaan, para tersangka melakukan penagihan secara daring kepada nasabahnya. Zulpan menyebut menagih para tersangka menagih dengan mengancam akan menyebar data pribadi nasabah.

"Dalam penagihan yang dilakukan oleh para tersangka ini para tersangka menggunakan kata-kata ancaman kepada nasabah, bahwa akan disebarkan data milik nasabah ke seluruh kontak nasabah yang membuat nasabah takut. Terkait dengan data dirinya tersebar ke orang lain," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (27/5/2022). 

Penangkapan 11 tersangka di lokasi berbeda, yakni Cengkareng, Kalideres, Petamburan, Kebayoran Baru, hingga Kembangan. Pengungkapan pinjol tersebut berdasarkan laporan dari korban, yakni Luis Supanto, Sri Yenti, Aisyah Anjani, Cindy Novanda.

Sebanyak 58 aplikasi tersebut saat ini sudah ditutup setelah bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD