sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Anggaran KUR Perumahan Naik Jadi Rp50 Triliun pada 2026

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
22/06/2026 17:46 WIB
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menyatakan, alokasi anggaran untuk program KUR Perumahan tahun naik menjadi Rp50 triliun pada tahun 2026.
Kementerian PKP meningkatkan alokasi anggaran untuk program KUR Perumahan menjadi Rp50 triliun pada tahun 2026. (Foto: Dok. Setneg)
Kementerian PKP meningkatkan alokasi anggaran untuk program KUR Perumahan menjadi Rp50 triliun pada tahun 2026. (Foto: Dok. Setneg)

Di antara anggota Himbara, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menjadi kontributor terbesar dengan realisasi Rp10,2 triliun atau 53 persen dari total penyaluran. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dengan realisasi Rp3,6 triliun atau 19 persen. 

Selanjutnya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyalurkan Rp2,0 triliun atau 10 persen, diikuti PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) sebesar Rp1,1 triliun atau 5,5 persen, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk sebesar Rp1,0 triliun atau 5 persen dari total realisasi.

Sementara itu, kelompok bank pembangunan daerah (BPD) membukukan realisasi sebesar Rp936,2 miliar atau 5 persen dari total penyaluran. Jumlah debitur yang dilayani bank daerah mencapai 1.994 debitur atau 2 persen dari total debitur.

Bank Jateng menjadi bank daerah dengan realisasi terbesar, yakni Rp652,9 miliar atau 3 persen dari total capaian. Disusul oleh BPD Bali sebesar Rp126,5 miliar atau 0,7 persen, Bank Jatim Rp85,4 miliar atau 0,4 persen, Bank Jabar Rp52,7 miliar atau 0,3 persen, dan Bank Sumut Rp7,9 miliar atau 0,04 persen dari total realisasi.

Adapun kelompok bank swasta mencatatkan realisasi Rp370,7 miliar atau 1,9 persen dari total penyaluran. Jumlah debitur yang memperoleh pembiayaan melalui bank swasta tercatat sebanyak 120 debitur atau 0,13 persen dari total debitur.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement