Dia menilai, opsi impor sebenarnya lebih mudah, namun pemerintah ingin memprioritaskan produk lokal. Kementeriannya meminta waktu satu minggu untuk menyusun kajian lengkap sebelum memutuskan jenis genteng yang akan digunakan secara nasional.
"Kalau mau simpel sih bisa saja kita impor, tapi menurut saya kita jangan melakukan itu. Kita gunakan untuk menggerakan industri dalam negeri ini soal genteng," kata Maruarar.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyatakan keputusan pemilihan material atap harus didasarkan pada simulasi teknis dan produksi dalam negeri. Dia meminta kajian komprehensif agar pemerintah dapat menentukan bahan terbaik sebelum proyek berjalan masif.
"Jadi memang diskusi terbaru, soal mengganti genteng itu memang ada beberapa bahan, saya pikir bisa diproduksi dalam negeri, silakan mungkin dibuat kajian dan simulasinya. Kemudian didiskusikan sehingga bisa diputuskan pada waktunya, untuk kemudian memakai yang mana," kata Dasco.
(NIA DEVIYANA)