AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Anies Butuh Bantuan Warga DKI Jakarta Hadapi Perubahan Iklim

ECONOMICS
Refi Sandi/MPI
Kamis, 18 Maret 2021 08:53 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membutuhkan bantuan warga DKI Jakarta untuk menghadapi perubahan iklim, dengan melakukan aksi tanggap iklim.
Anies Butuh Bantuan Warga DKI Jakarta Hadapi Perubahan Iklim (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membutuhkan bantuan warga DKI Jakarta untuk menghadapi perubahan iklim, dengan melakukan aksi tanggap iklim.

Perubahan iklim secara ekstrem tengah menjadi perhatian dunia khususnya Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Banjir pada 1 Januari 2020 dan kekeringan di Tanah Abang pada 2018 silam menjadi contoh kasus perubahan ekstrem yang terjadi. 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Anies Baswedan menyerukan aksi tanggap iklim. Sebab perubahan iklim memberi dampak yang nyata. 

"Pemprov DKI Jakarta terus berupaya berperan mengatasi dampak perubahan iklim," ucap Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan melalui laman Instagram @aniesbaswedan, Kamis (18/3/2021).

Pemprov DKI Jakarta menargetkan 30 persen reduksi Gas Rumah Kaca (GRK) pada tahun 2020. Adapun target persektor seperti 29 persen transportasi, 28 persen energi, 17 persen komersial, 15 persen rumah tangga, 8 persen limbah padat, 2 persen ruang terbuka hijau, dan 1 persen limbah cair. 

Bentuk mitigasi warga DKI Jakarta terhadap perubahan iklim dengan adanya tanaman toga, 3R, tanaman toga dengan sampah plastik, lubang resapan biopori, penampungan air hujan dan penghijauan, serta bank sampah. Pemprov DKI tidak bisa mangatasi masalah ini sendirian, perlu adanya gerakan dari masyarakat untuk sama sama tanggap iklim. 

"Kami butuh bantuan kalian (warga DKI Jakarta), untuk bersama menjaga bumi mengurangi dampak pemanasan global, dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih ramah lingkungan." Tutupnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD