AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

AP II Jual Dikabarkan Jual Aset Bandara Kualanamu, Ini Penjelasan Kementerian BUMN

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Jum'at, 26 November 2021 14:25 WIB
Pelepasan saham merupakan bentuk kerja sama antara AP II melalui anak usahanya PT Angkasa Pura Aviasi (APA) dengan GMR Airport Internasional.
Pelepasan saham merupakan bentuk kerja sama antara AP II melalui anak usahanya PT Angkasa Pura Aviasi (APA) dengan GMR Airport Internasional.  (Foto: MNC Media)
Pelepasan saham merupakan bentuk kerja sama antara AP II melalui anak usahanya PT Angkasa Pura Aviasi (APA) dengan GMR Airport Internasional. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian BUMN mencatat pelepasan saham Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, milik PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II kepada GMR Airport Internasional, perusahaan asal India, bukan penjualan aset. 

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebut, pelepasan saham tersebut merupakan bentuk kerja sama antara AP II melalui anak usahanya PT Angkasa Pura Aviasi (APA) dengan GMR Airport Internasional. 

Kerja sama yang dimaksud melalui skema Build Operate Transfer (BOT) dengan jangka waktu hingga 25 tahun. Jadi, setelah kontrak kerja berakhir, maka seluruh aset tetap dikembalikan kepada AP II. 

"Aset hasil pengembangan sistemnya BOT. Setelah 25 tahun, aset tersebut akan dikembalikan ke AP II. Jadi aset tersebut tetap milik AP II bukan dijual asetnya, jadi keliru kalau mengatakan terjadi penjualan aset," ujar Arya kepada Wartawan, Jumat (26/11/2021). 

Adapun komposisi saham Bandara Internasional Kualanamu terbagi atas 51 % milik Angkasa Pura Aviasi dan 49 % dimiliki GMR 49 %. Arya mencatat, kerja sama kedua entitas pun masih menguntungkan bagi negara. Adapun AP II melepas 49 % saham kepada GMR Airport Internasional. 

GMR sendiri dinilai oleh Kementerian BUMM sebagai perusahaan pengelola airport terbesar di Asia. Karenabya, kerja sama kedua entitas tersebut didukung pemegang saham  

"Angkasa Pura II dan anak perusahaannya, Angkasa Pura Aviasi sudah mendapatkan partner dari konsorsium GMR yang merupakan pengelola airport terbesar di Asia untuk mengelola Bandara Internasional Kualanamu," katanya. 

Sebekumnya, Direktur Transformasi dan Portofolio Strategis AP II, Armand Hermawan menjelaskan, pihaknya memnag mengajak GMR Airports Consortium sebagai mitra strategis untuk bersama-sama mengelola dan mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu. 

GMR Airports Consortium dipilih menjadi mitra strategis setelah melalui serangkaian proses tender secara profesional dan transparan.  (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD