Sebagai contoh, minyak mentah Upper Zakum milik ADNOC dijual dengan diskon sekitar USD6-8 per barel terhadap harga acuan Dubai untuk pengiriman ship-to-ship di pelabuhan Pelabuhan Sohar, sementara biaya menyewa Very Large Crude Carrier (VLCC) mencapai sekitar USD4-5 per barel.
Sebaliknya, biaya VLCC, kapal tanker yang mampu mengangkut sekitar 2 juta barel minyak, untuk memuat minyak di pelabuhan Pelabuhan Ras Tanura di dalam Teluk diperkirakan lebih dari dua kali lipat, sehingga secara ekonomi menjadi jauh lebih mahal.
Sumber perdagangan lainnya memperkirakan biaya mengangkat minyak dari dalam kawasan Teluk sekitar USD15 per barel lebih mahal dibandingkan dari luar Teluk.
Akibatnya, perusahaan minyak milik Arab Saudi diperkirakan akan terus menjual minyaknya di pasar spot untuk bersaing dengan produsen Teluk lainnya.
“Mereka tahu harganya terlalu mahal, tetapi tetap mempertahankannya,” ujar sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa langkah tersebut berpotensi membuat Saudi Aramco kehilangan pangsa pasar di Asia.
(NIA DEVIYANA)