AALI
9300
ABBA
535
ABDA
6950
ABMM
1200
ACES
1265
ACST
252
ACST-R
0
ADES
2780
ADHI
920
ADMF
7675
ADMG
212
ADRO
1740
AGAR
370
AGII
1475
AGRO
2350
AGRO-R
0
AGRS
200
AHAP
69
AIMS
312
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4070
AKSI
434
ALDO
755
ALKA
228
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
457.34
-0.19%
-0.86
IHSG
6113.11
-0.15%
-9.38
LQ45
859.88
-0.17%
-1.43
HSI
24500.39
1.21%
+291.61
N225
30183.96
-0.19%
-56.10
NYSE
16599.80
0.37%
+60.65
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
797,200 / gram

AS Setujui Potensi Penjualan 40 Meriam ke Taiwan Senilai Rp10,75 Triliun

ECONOMICS
Ahmad islamy/inews
Kamis, 05 Agustus 2021 10:50 WIB
Transaksi alutsista di era pemerintahan Presiden Donald Trump itu dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan militer Taiwan dan mencegah invasi China.
AS Setujui Potensi Penjualan 40 Meriam ke Taiwan Senilai Rp10,75 Triliun (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Departemen Luar Negeri (Deplu) AS menyetujui potensi penjualan 40 meriam Howitzer yang menggunakan sistem artileri medan (armed) jenis self-propelled medium 155mm M109A6 ke Taiwan. Rencana penjualan itu tertuang dalam kesepakatan senilai hingga 750 juta dolar AS (Rp10,75 triliun).  

Kesepakatan itu tercapai menyusul serangkaian penjualan senjata AS lainnya ke Taiwan tahun lalu, yang antara lain mencakup sejumlah drone dan pertahanan rudal pantai. Transaksi alutsista di era pemerintahan Presiden Donald Trump itu dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan militer Taiwan dan mencegah invasi China.  

Pemerintahan AS di bawah Presiden Joe Biden juga telah menyetujui penjualan senjata komersial langsung lainnya ke negara pulau itu sejak menjabat pada 20 Januari lalu. 

Departemen Pertahanan AS (Pentagon) pada Rabu (4/8/2021) menyatakan, paket penjualan yang disepakati kali ini tak hanya berupa puluhan howitzer, melainkan juga 1.698 kit panduan presisi untuk amunisi, suku cadang, dan pengadaan stasiun darat. Selain itu, paket itu juga memasukkan program pelatihan dan upgrade untuk howitzer-howitzer generasi sebelumnya yang dimiliki Taiwan. 

Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan Pentagon memberi tahu Kongres AS tentang kemungkinan penjualan itu pada Rabu waktu setempat. 

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Taiwan mengungkapkan terima kasih kepada Pemerintah AS. Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada Kamis (5/8/2021) ini, kementerian itu menyatakan, penjualan alutsista itu akan membantu pasukan darat negara pulau itu meningkatkan kapasitas untuk reaksi cepat dan dukungan tembakan. 

Kemhan Taiwan juga menyebut dukungan senjata AS yang berkelanjutan sebagai dasar untuk menjaga stabilitas regional (Asia Timur). 

Seperti kebanyakan negara, Amerika Serikat sebenarnya tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan Taiwan. Akan tetapi, Washington DC memiliki kewajiban hukum untuk menyediakan sarana mempertahankan diri bagi pulau yang diklaim China itu. AS juga menjadi pendukung internasional paling penting bagi Taiwan. 

Meski telah disetujui oleh Deplu AS, pengumuman tersebut tak lantas menjadi bukti bahwa kontrak penjualan senjata itu telah ditandatangani atau bahwa negosiasi telah selesai. Pentagon mengatakan, BAE Systems Plc adalah kontraktor utama untuk penjualan senjata tersebut.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD